Kodim Ketapang Bersama Tim Gabungan Siaga Siang Malam Kendalikan Karhutla
Ketapang (Suara Kalbar) – Personel Kodim 1203/Ketapang bersama jajaran Koramil dan tim gabungan terus berupaya mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. Upaya penanganan dilakukan secara intensif, baik siang maupun malam, untuk mencegah meluasnya kebakaran dan meminimalkan dampak terhadap kesehatan masyarakat serta lingkungan.
Berdasarkan keterangan Pendam XII/Tanjungpura, Senin (19/10/2026), personel gabungan dikerahkan ke sejumlah titik rawan karhutla untuk melakukan penanganan secara cepat dan terkoordinasi.
Petugas di lapangan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kondisi medan yang sulit hingga terbatasnya jarak pandang pada malam hari. Meski demikian, upaya pemadaman terus dilakukan agar kobaran api tidak merembet ke permukiman warga maupun kawasan perkebunan.
Komandan Kodim (Dandim) 1203/Ketapang, Letkol Inf Zulkarnaen Galib, S.H., menegaskan bahwa keselamatan masyarakat dan perlindungan lingkungan menjadi prioritas utama dalam penanganan karhutla.
“ Kondisi di lapangan memang sangat dinamis dan menantang, namun anggota TNI bersama Satgas Gabungan tidak surut langkah. Kami menyiagakan personel siang dan malam untuk memastikan titik api benar-benar padam dan tidak memicu kebakaran susulan. Keselamatan masyarakat serta perlindungan lingkungan adalah hal yang utama,” ujar Zulkarnaen Galib.
Ia menambahkan, penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan upaya pemadaman. Keterlibatan aktif masyarakat dalam pencegahan juga diperlukan untuk menekan risiko kebakaran, terutama di kawasan yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan.
Dandim mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik asap atau indikasi kebakaran kepada Bintara Pembina Desa (Babinsa), Bhabinkamtibmas, maupun aparat desa setempat.
“Pencegahan adalah kunci utama. Kami mengimbau dengan sangat agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Apabila melihat adanya titik asap atau indikasi kebakaran, segera laporkan kepada Babinsa, Bhabinkamtibmas, atau aparat desa setempat agar tindakan pencegahan awal dapat segera dilakukan,” katanya.
Penanganan karhutla tersebut melibatkan berbagai unsur, di antaranya TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, serta relawan masyarakat. Sinergi lintas sektor diharapkan dapat mempercepat penanganan kebakaran sekaligus mencegah munculnya titik api baru.
Kodim 1203/Ketapang menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan seluruh unsur terkait dalam mengendalikan karhutla di wilayah Ketapang dan Kayong Utara demi menjaga keselamatan masyarakat, kelestarian lingkungan, serta kondusivitas wilayah.
Penulis: Pendam XII/Tpr
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






