Dua Bulldozer Hibah BATAN di Melawi Diduga Kehilangan Komponen, Polda Kalbar Diminta Turun Tangan
Melawi (Suara Kalbar) – Dua unit alat berat jenis Bulldozer (dozer) yang disebut merupakan aset hibah Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) kepada Pemerintah Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, dilaporkan dalam kondisi memprihatinkan. Sejumlah komponen besi pada kedua alat berat yang berada di Desa Nanga Kalan, Kecamatan Ella Hilir, diduga telah dipotong atau dilepas.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai pengamanan, pemeliharaan, dan pengawasan aset negara yang telah diserahkan kepada pemerintah daerah. Polda Kalimantan Barat pun diminta menelusuri dugaan hilangnya komponen alat berat tersebut untuk memastikan ada atau tidaknya unsur tindak pidana.
Berdasarkan informasi yang dihimpun jurnalis Suara Kalbar di lapangan, dari tiga unit dozer yang disebut sebagai hibah BATAN, satu unit diketahui berada di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Melawi dan digunakan untuk kegiatan Unit Pelaksana Jalan dan Jembatan (UPJJ) Wilayah IV Kota Baru.
Selain itu, satu unit dump truck merek Mercedes-Benz (Mercy) yang disebut sebagai bagian dari aset hibah tersebut terparkir di bengkel kerja atau workshop Dinas PU Melawi karena mengalami kerusakan.
Sementara itu, dua unit dozer lainnya masih berada di Desa Nanga Kalan, Kecamatan Ella Hilir. Kondisi kedua alat berat tersebut dilaporkan memprihatinkan, dengan dugaan sejumlah bagian besi telah dipotong atau dilepas.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan apakah kerusakan tersebut disebabkan oleh usia alat dan kurangnya perawatan atau terdapat dugaan pengambilan komponen yang belum terungkap.
Warga Minta Aset Ditelusuri
Seorang warga Melawi, Agung, meminta instansi terkait melakukan pemeriksaan langsung terhadap kondisi alat berat tersebut sekaligus menelusuri dokumen administrasi aset.
“Perlu dilakukan pemeriksaan langsung dan penelusuran dokumen aset oleh instansi terkait. Aset negara jangan sampai kehilangan jejak,” harap Agung.
Menurut dia, penyerahan aset melalui mekanisme hibah tidak boleh berhenti pada proses administrasi dan perpindahan penguasaan barang. Pemerintah daerah juga harus memastikan kejelasan pencatatan inventaris, penanggung jawab, pemeliharaan, serta pengamanan aset.
Karena itu, keberadaan tiga unit dozer dan satu unit dump truck yang disebut sebagai hibah BATAN perlu ditelusuri secara menyeluruh.
Pemerintah Kabupaten Melawi diharapkan dapat memberikan penjelasan mengenai dokumen serah terima hibah, tahun penerimaan, nilai perolehan, kondisi awal alat berat, serta instansi yang bertanggung jawab atas pengelolaannya.
Jika benar terjadi kehilangan komponen akibat pencurian, perlu diketahui kapan peristiwa tersebut berlangsung, bagaimana akses ke lokasi, serta apakah sebelumnya telah dilakukan pemeriksaan atau pelaporan terkait kondisi alat berat.
“Jangan sampai aset yang semestinya tercatat dan dikelola secara bertanggung jawab justru mengalami kerusakan tanpa kejelasan penyebab maupun pihak yang bertanggung jawab,” ujar Agung, yang disebut merupakan lulusan bidang hukum.
Polda Kalbar Diminta Selidiki Dugaan Hilangnya Komponen
Menyikapi informasi tersebut, Polda Kalimantan Barat diminta menelusuri kemungkinan adanya tindak pidana, termasuk dugaan pencurian komponen alat berat apabila ditemukan bukti yang mendukung.
Penelusuran juga diharapkan mencakup aset BATAN lainnya yang berada di wilayah tersebut, termasuk pipa-pipa besi yang disebut merupakan sisa kegiatan BATAN pada masa lalu.
Penyelidikan diperlukan untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan, menelusuri riwayat pengamanan aset, serta mengidentifikasi kemungkinan adanya unsur pidana dalam dugaan pembongkaran atau hilangnya komponen alat berat.
Apabila ditemukan bukti permulaan yang cukup, penanganan perkara dapat dilanjutkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Selain kepolisian, Inspektorat Kabupaten Melawi dan perangkat daerah yang berwenang mengelola barang milik daerah juga perlu melakukan pemeriksaan fisik terhadap seluruh aset tersebut.
Pemeriksaan dapat dilakukan dengan mencocokkan kondisi aktual alat berat dengan dokumen inventaris, termasuk memastikan apakah aset masih utuh, mengalami kerusakan, kehilangan komponen, atau terdapat ketidaksesuaian antara kondisi lapangan dan catatan administrasi.
Langkah tersebut penting agar status dan keberadaan aset hibah BATAN di Kabupaten Melawi menjadi jelas serta pengelolaannya dapat dipertanggungjawabkan.
Hingga berita ini disusun, dugaan pencurian komponen tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut. Belum terdapat keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab kondisi dua unit dozer maupun hasil pemeriksaan terhadap aset tersebut.
Penulis: Dea Kusumah Wardhana
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






