Pembangunan Sekolah Rakyat di Sanggau Dimulai Desember 2026, Telan Anggaran Rp 700 Miliar untuk Warga Miskin Ekstrem
Aris Sudarsono. suarakalbar.co.id/cok
Sanggau (Suara Kalbar) – Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Sanggau, Aris Sudarsono, mengatakan rencana pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Sanggau sudah diusulkan sejak tahun 2025.
“Untuk SR ini memang untuk masyarakat, untuk warga yang masuk dalam desil 1 dan 2, yaitu untuk miskin ekstrem dan warga yang sangat miskin,” kata Aris usai rapat bersama pihak CSR perusahaan untuk Sekolah Rakyat di kantor Bupati Sanggau, Kamis (08/10/2026) .
Ia menjelaskan, dalam usulan tersebut lokasi pembangunan sudah ditetapkan di ex-lahan Hortipark Dinas Pertanian Sanggau yang luasnya kurang lebih 10,45 hektare di Desa Binjai, Kecamatan Tayan Hulu.
Dalam pembangunan ini, tanggung jawab dibagi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Tanggung jawab Pemda salah satunya adalah menyiapkan lahan yang clear and clean serta pematangan lahan yang siap bangun.
“Untuk pematangan lahan ini karena keterbatasan waktu dan keterbatasan anggaran di perubahan, makanya kebijakan Bapak Bupati, kebijakan pemerintah daerah melibatkan perusahaan-perusahaan melalui CSR. Tadi sudah dimusyawarahkan, sudah dirapatkan, perusahaan sanggup untuk membantu dalam hal pematangan lahan Sekolah Rakyat,” jelasnya.
Bantuan teknis yang dibutuhkan berupa alat berat untuk pekerjaan cut and fill, seperti bulldozer, ekskavator, vibro, motor grader, maupun dump truck.
“Untuk pematangan memang kita jadwalkan pertengahan bulan Oktober sampai bulan November, karena informasi dari Kementerian PUPR bahwa pembangunan dimulai tanggal 1 atau awal Desember tahun ini,” ujar Aris.
Aris menyebutkan fasilitas Sekolah Rakyat ini sangat lengkap dan kompleks. Mulai dari ruang belajar, gedung serbaguna, asrama siswa maupun asrama tenaga pendidik, dapur, kantin, sarana ibadah, hingga guest house atau penginapan untuk orang tua yang berkunjung.
“Juga sarana-sarana olahraga baik itu lapangan sepak bola maupun lapangan bola basket dan sebagainya,” tambahnya.
Untuk anggaran, informasi dari kementerian, tender tahap pertama kurang lebih Rp 400 miliar dan tahap kedua sekitar Rp 300 miliar, sehingga totalnya mencapai Rp 700 miliar.
“Full gratis untuk siswa masyarakat miskin dan sangat miskin,” tegasnya.
Pelaksanaan fisik pembangunan dijadwalkan mulai awal Desember 2026 hingga Juli 2027. Sehingga pada penerimaan siswa baru tahun 2027, Sekolah Rakyat di Sanggau sudah bisa menerima pendaftaran.
Sementara untuk operasional Sekolah Rakyat sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kementerian Sosial.
“Pegawainya pun untuk tenaga pendidik dan lain-lain merupakan pegawai pusat atau pegawai Kementerian Sosial. Untuk pengajar, pendidik itu kemungkinan juga bisa nanti benar-benar tes baru atau pegawai-pegawai yang ada melalui uji kompetensi dipindahkan menjadi guru di Sekolah Rakyat,” pungkas Aris.
Penulis: Darmansyah






