Pertamina Dorong Pemberdayaan Perempuan Pesisir melalui Pengolahan Ikan Bernilai Tambah
Kubu Raya (Suara Kalbar) – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Supadio mendampingi perempuan di Kampung Nelayan, Desa Sungai Kupah, Kabupaten Kubu Raya, mengolah ikan menjadi basreng. Pelatihan yang dilaksanakan pada Rabu (16/9/2026) bertujuan meningkatkan keterampilan istri nelayan dan membuka peluang penghasilan tambahan dari hasil tangkapan setempat.
Kegiatan tersebut diikuti 10 anggota Poklahsar Permai Lestari, yang terdiri atas ibu rumah tangga dan istri nelayan. Didampingi dosen Universitas OSO Pontianak, para peserta mempelajari cara mengolah ikan belukat menjadi produk basreng yang memiliki nilai jual.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan kegiatan ini dikembangkan dari potensi yang dekat dengan keseharian masyarakat pesisir.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin mendukung para ibu agar memiliki keterampilan mengolah hasil tangkapan menjadi produk bernilai tambah. Harapannya, mereka dapat terus mengembangkan produk ini sebagai sumber penghasilan tambahan bagi keluarga,” ujar Edi.
AFT Supadio juga menyerahkan peralatan memasak untuk membantu kelompok mempraktikkan keterampilan yang diperoleh dan melanjutkan pengolahan ikan belukat secara mandiri.
Edi menambahkan, pendampingan kelompok menjadi bagian dari upaya Pertamina untuk mendorong masyarakat mengembangkan potensi daerahnya sendiri.
“Kami berharap Poklahsar Permai Lestari dapat terus memproduksi dan mengembangkan basreng ikan belukat sebagai produk khas Sungai Kupah. Ketika usaha kelompok tumbuh, manfaatnya juga dapat dirasakan oleh keluarga nelayan,” jelas Edi.
Bagi Yuli, anggota Poklahsar Permai Lestari, pelatihan ini memberi harapan baru bagi para ibu di Kampung Nelayan. Ia berharap keterampilan yang mereka pelajari dapat berkembang menjadi kegiatan usaha.
“Terima kasih kepada AFT Supadio yang sudah mengadakan kegiatan ini. Harapannya, produk basreng ini bisa memberi kami para ibu penghasilan tambahan,” kata Yuli.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Pertamina Patra Niaga AFT Supadio mendukung peningkatan keterampilan perempuan pesisir dan pemanfaatan hasil tangkapan menjadi produk bernilai tambah. Pelatihan serta bantuan peralatan ini menjadi langkah awal bagi Poklahsar Permai Lestari untuk mengembangkan usaha bersama.
Penulis: Siaran Pers
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS





