SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Ketapang CMI Salurkan Dukungan Kesehatan Hadapi Dampak Karhutla di Ketapang

CMI Salurkan Dukungan Kesehatan Hadapi Dampak Karhutla di Ketapang

Tim CSR PT. CMI saat memberikan bantuan kesehatan kepada tim Karhutla dan masyarakat. SUARAKALBAR.CO.ID/ist

Ketapang (Suara Kalbar)  — Asap kebakaran hutan dan lahan menjadi ancaman yang tak hanya menyasar kawasan gambut dan perkebunan. Ketika kualitas udara memburuk, masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan ikut menanggung risikonya.

PT Cita Mineral Investindo Tbk (CMI) merespons potensi dampak kesehatan tersebut dengan menyalurkan bantuan melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) aspek kesehatan. Bantuan diarahkan kepada masyarakat di sekitar Site Sandai dan Site Air Upas.

Jumlahnya tidak kecil. CMI menyalurkan 1.100 dus masker KN95, 750 box Vitamin EnervonC, 5.950 box obat tetes mata, 389 krat susu steril, dan 52 box oksigen portabel.

Bantuan tersebut disiapkan sebagai langkah preventif menghadapi potensi gangguan kesehatan ketika asap karhutla menyebabkan kualitas udara menurun.

Manajer CSR CMI, Puguh Widagdo, mengatakan perusahaan melihat karhutla bukan semata persoalan lingkungan.

“Kami menyadari bahwa karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat memberikan risiko terhadap kesehatan masyarakat,” ujar Puguh.

Menurut dia, program kesehatan itu merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Melalui Program PPM aspek kesehatan ini, CMI berupaya mengambil langkah preventif dengan memberikan dukungan yang dapat membantu masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak karhutla,” katanya.

Puguh mengatakan penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Perusahaan, pemerintah dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam mengurangi risiko kebakaran sekaligus dampaknya.

“Menjaga kesehatan dan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Pencegahan karhutla juga membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Bagi warga yang berada di wilayah terdampak asap, masker dan perlindungan kesehatan menjadi kebutuhan dasar. Gangguan pernapasan, iritasi mata, serta persoalan kesehatan lainnya dapat muncul ketika paparan asap meningkat.

CMI menyatakan dukungan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan PPM dan komitmen perusahaan terhadap prinsip environmental, social and governance (ESG).

Di tengah periode rawan karhutla, bantuan kesehatan menjadi salah satu bentuk mitigasi yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terhadap masyarakat.

CMI juga menyatakan akan terus membangun sinergi dengan pemerintah daerah, masyarakat dan pemangku kepentingan lain dalam menjaga lingkungan serta memperkuat ketahanan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.

Penulis: Tim Liputan

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play