iPhone Duo Masuk Pasar Foldable, Apple Diproyeksikan Kuasai 24,8 Persen Pasar
Suara Kalbar – Apple akhirnya memasuki persaingan smartphone lipat dengan memperkenalkan iPhone Duo pada September 2026. Kehadiran perangkat ini berpotensi mengubah peta persaingan industri foldable, terutama karena Apple membawa basis pengguna iPhone yang besar ke segmen tersebut.
Laporan TrendForce yang dikutip pada Minggu (13/9/2026) memproyeksikan iPhone Duo mampu mencatat pengiriman sekitar 5 juta unit sepanjang 2026. Angka tersebut berpotensi membuat Apple menguasai 24,8 persen pasar smartphone lipat global dan menempatkannya sebagai pemain terbesar kedua setelah Samsung.
Namun, strategi Apple tidak semata-mata mengandalkan popularitas merek atau ukuran layar yang lebih besar. Desain iPhone Duo memperlihatkan fokus perusahaan pada perangkat yang lebih tipis, pengurangan bekas lipatan layar, daya tahan penggunaan, serta integrasi berbagai komponen secara efisien.
Pada saat yang sama, Samsung mulai melihat peningkatan minat pengguna iPhone terhadap perangkat Galaxy Z Fold8 dan Galaxy Z Flip8. Kondisi ini membuat persaingan kedua perusahaan semakin menarik, terutama ketika Apple baru memasuki pasar yang telah dikembangkan Samsung selama bertahun-tahun.
Apple Diproyeksikan Menguasai Seperempat Pasar Foldable
Menurut proyeksi TrendForce, Apple berpotensi menjadi salah satu kekuatan utama dalam industri smartphone lipat pada 2026. Pengiriman iPhone Duo diperkirakan mencapai sekitar 5 juta unit atau setara dengan pangsa pasar global sebesar 24,8 persen.
Dengan angka tersebut, Apple diproyeksikan menempati posisi kedua setelah Samsung. TrendForce memperkirakan Samsung mengirim sekitar 7,1 juta unit smartphone lipat dengan pangsa pasar 35,1 persen.
Huawei juga diprediksi mencatat pengiriman sekitar 5 juta unit dan menguasai 24,8 persen pasar. Perkiraan ini menunjukkan persaingan antara tiga produsen besar akan menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan pasar foldable.
Di tengah masuknya Apple, pasar smartphone lipat global diperkirakan belum mengalami pertumbuhan signifikan. TrendForce memproyeksikan total pengiriman perangkat foldable mencapai sekitar 20,2 juta unit pada 2026, atau hanya tumbuh 0,5 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).
Di luar Apple, pengiriman smartphone lipat dari berbagai merek Android diperkirakan mencapai sekitar 15,2 juta unit. Jumlah tersebut turun lebih dari 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
TrendForce mengaitkan penurunan tersebut dengan kenaikan tajam biaya komponen yang membuat sebagian besar produsen menghadapi prospek pengiriman stagnan atau lebih rendah.
“Penurunan tersebut terutama mencerminkan kenaikan tajam biaya komponen, di mana sebagian besar merek diperkirakan mencatat pengiriman yang stagnan atau lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya,” tulis TrendForce.
Proyeksi tersebut memperlihatkan tantangan yang dihadapi industri smartphone lipat. Meskipun kehadiran Apple dapat meningkatkan perhatian konsumen terhadap perangkat foldable, pertumbuhan pasar secara keseluruhan tetap dipengaruhi biaya produksi dan kemampuan produsen menjaga daya saing produk.
iPhone Duo Mengandalkan Desain Tipis dan Teknologi Layar
Apple memperkenalkan iPhone Duo dengan desain lipat ke dalam bergaya buku atau book-style. Perangkat ini memiliki layar utama berukuran 7,6 inci dan layar penutup berukuran 5,4 inci.
Desain tersebut memungkinkan pengguna memperoleh area tampilan lebih luas ketika perangkat dibuka, sekaligus mempertahankan bentuk yang lebih ringkas saat dilipat. Namun, Apple juga harus mengatasi sejumlah tantangan teknis yang selama ini melekat pada pengembangan smartphone lipat.
TrendForce menilai persaingan foldable kini tidak lagi hanya berfokus pada rancangan engsel. Produsen juga dituntut menghadirkan perangkat yang lebih ringan dan tipis, mengurangi bekas lipatan pada layar, serta menjaga keandalan perangkat dalam penggunaan jangka panjang.
Bekas lipatan atau crease menjadi salah satu aspek penting dalam pengalaman menggunakan smartphone lipat. Untuk menguranginya, produsen perlu mengintegrasikan berbagai komponen layar, seperti ultra-thin glass (UTG), optically clear adhesive (OCA), modul OLED, dan struktur pendukung.
Pada iPhone Duo, modul layar bagian dalam menggunakan 10 lapisan material ultra-tipis yang dipadukan dengan perlakuan permukaan nano-texture. Teknologi tersebut dirancang untuk mengurangi pantulan cahaya sekaligus membuat bekas lipatan layar lebih sulit terlihat.
Pendekatan tersebut memperlihatkan upaya Apple mengintegrasikan teknologi layar dengan desain perangkat secara menyeluruh. Fokusnya bukan hanya menghasilkan layar yang dapat dilipat, tetapi juga meningkatkan tampilan dan pengalaman penggunaan ketika perangkat dibuka.
Selain teknologi layar, konstruksi bodi menjadi bagian penting dalam strategi desain iPhone Duo. Apple menggunakan rangka dan penutup engsel berbahan titanium Grade 5.
Perangkat ini memiliki bobot sekitar 254 gram. Ketebalannya mencapai sekitar 5,2 milimeter ketika dibuka dan 11,3 milimeter saat dilipat.
Ukuran tersebut memperlihatkan perhatian Apple terhadap efisiensi ruang dan ketebalan perangkat. Dalam smartphone lipat, produsen harus mengatur berbagai komponen di dalam bodi yang memiliki ruang terbatas, termasuk layar, engsel, kamera, baterai, dan sistem biometrik.
Untuk menekan ketebalan sekaligus menghemat ruang internal, Apple tidak menyematkan kamera telefoto periskop khusus pada iPhone Duo. Sebagai gantinya, kamera utama 48 megapiksel menawarkan kemampuan 2x optical-quality zoom.
Apple juga menggunakan Touch ID yang ditempatkan di sisi perangkat sebagai pengganti Face ID. Pilihan tersebut menjadi bagian dari penyesuaian desain untuk perangkat dengan mekanisme lipat.
Menurut TrendForce, keputusan terkait kamera dan biometrik memperlihatkan kompromi yang masih harus dihadapi produsen smartphone foldable. Ketebalan bodi, kemampuan fotografi, komponen keamanan biometrik, dan ruang untuk baterai saling memengaruhi rancangan akhir perangkat.
Dengan demikian, iPhone Duo tidak hanya menjadi persoalan menghadirkan layar yang dapat dilipat. Apple juga perlu menyeimbangkan berbagai komponen agar perangkat tetap memenuhi tuntutan desain, fungsi, dan pengalaman penggunaan.
Strategi Apple Tidak Hanya Mengejar Layar Besar
Desain iPhone Duo menunjukkan pendekatan Apple yang lebih menyeluruh terhadap pengembangan smartphone foldable. Perusahaan tidak sekadar mengandalkan layar internal berukuran besar sebagai daya tarik utama.
TrendForce menilai Apple menitikberatkan sejumlah aspek, mulai dari pengurangan bekas lipatan, keandalan dalam penggunaan jangka panjang, konsistensi antara layar bagian dalam dan luar, hingga integrasi modul layar yang lebih tipis dengan keseluruhan bodi perangkat.
Fokus tersebut penting karena pengalaman pengguna smartphone lipat tidak hanya ditentukan oleh ukuran layar. Kualitas tampilan, ketahanan mekanisme lipat, kenyamanan ketika perangkat dibawa, serta konsistensi fungsi di kedua layar turut menentukan daya tarik produk.
Di sisi lain, pilihan Apple untuk menyesuaikan kamera dan sistem biometrik menunjukkan adanya konsekuensi dari upaya mempertahankan desain yang ringkas. Perusahaan harus menentukan prioritas di antara berbagai fitur yang membutuhkan ruang internal.
Apple memasuki pasar foldable ketika Samsung telah memiliki pengalaman panjang dalam mengembangkan perangkat dengan layar lipat. Samsung mulai masuk ke segmen tersebut pada 2019 melalui Galaxy Fold.
Artinya, perusahaan asal Korea Selatan tersebut memiliki pengalaman sekitar tujuh tahun dalam mengembangkan dan memasarkan smartphone foldable hingga 2026. Pengalaman itu memberikan waktu lebih panjang untuk menyempurnakan desain, mekanisme engsel, perangkat lunak, dan pengalaman pengguna.
Keunggulan sebagai pelopor menjadi salah satu modal Samsung dalam menghadapi kehadiran Apple. Namun, masuknya Apple juga berpotensi memperbesar pasar secara keseluruhan karena perusahaan memiliki basis pengguna iPhone yang besar.
Harga dan Jadwal Penjualan iPhone Duo
Apple memperkenalkan iPhone Duo pada acara 9 September 2026 setelah bertahun-tahun perangkat foldable perusahaan menjadi bahan rumor. Perangkat ini hadir sebagai smartphone premium dengan bodi berbahan titanium dan dua layar yang dapat digunakan dalam kondisi terbuka maupun terlipat.
Harga iPhone Duo dimulai dari US$1.999 untuk varian dengan kapasitas penyimpanan 256 GB. Sementara itu, varian tertinggi dengan penyimpanan 2 TB dibanderol hingga US$3.199.
iPhone Duo memiliki layar bagian dalam berukuran 7,6 inci dan layar penutup 5,4 inci. Perangkat tersebut menggunakan bodi berbahan titanium.
Apple membuka pre-order iPhone Duo pada 16 Oktober 2026. Penjualan perdana dijadwalkan berlangsung pada 23 Oktober 2026 di Amerika Serikat dan lebih dari 70 negara lainnya.
Dengan harga tersebut, iPhone Duo menempati segmen premium dalam portofolio Apple. Penetapan harga menjadi salah satu aspek penting dalam strategi perusahaan ketika memasuki pasar yang masih menghadapi tantangan biaya komponen dan pertumbuhan pengiriman yang terbatas.
TrendForce menilai 2026 menjadi periode penataan kembali struktur pasar smartphone lipat. Dalam jangka pendek, permintaan tambahan yang berasal dari iPhone Duo diperkirakan terutama mengimbangi penurunan pengiriman dari produsen yang telah lebih dulu bermain di pasar tersebut.
Artinya, kehadiran Apple belum tentu langsung menghasilkan pertumbuhan besar pada total pasar foldable. Sebagian permintaan baru berpotensi mengalihkan perhatian konsumen dari perangkat merek lain ke produk Apple.
Namun, dalam jangka menengah hingga panjang, kebutuhan Apple terhadap layar, UTG, engsel, dan arsitektur perangkat secara keseluruhan dapat mendorong perkembangan rantai pasok. Permintaan tersebut berpotensi mempercepat kematangan teknologi serta memperluas skala produksi massal.
TrendForce juga melihat masuknya Apple dapat mendorong Samsung dan produsen asal China untuk meninjau kembali strategi produk smartphone lipat mereka. Persaingan tersebut berpotensi mempercepat peningkatan spesifikasi teknologi sekaligus menekan biaya produksi.
“Masuknya Apple juga dapat mendorong Samsung dan produsen asal Cina untuk mengevaluasi kembali strategi produk smartphone lipat mereka, sehingga mempercepat peningkatan spesifikasi teknologi sekaligus penurunan biaya,” tandasnya.
Sumber: Beritasatu.com





