SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Sport Ducati Hentikan Pengembangan MotoGP 1.000 cc, Fokus Siapkan Mesin 850 cc

Ducati Hentikan Pengembangan MotoGP 1.000 cc, Fokus Siapkan Mesin 850 cc

Ducati resmi hentikan riset mesin 1.000 cc pada GP26. Tim kini beralih fokus kembangkan prototipe 850 cc guna menyambut regulasi baru MotoGP di masa depan. (Rideapart/DOK)

Suara Kalbar – Era mesin 1.000 cc di ajang MotoGP mulai mendekati penghujung. Ducati, yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu pabrikan paling agresif dalam mengembangkan teknologi Desmosedici, kini mulai mengalihkan perhatian dari pengembangan besar-besaran GP26.

Keputusan tersebut diambil setelah Ducati menilai potensi pengembangan teknis pada platform mesin 1.000 cc saat ini telah mendekati batas maksimal.

Dikutip dari RideApart, Kamis (3/9/2026), pebalap penguji resmi Ducati, Michele Pirro, mengonfirmasi bahwa tim penguji kini lebih banyak mencurahkan perhatian untuk mempersiapkan motor generasi baru dengan mesin 850 cc.

Meski pengembangan GP26 tidak langsung dihentikan sepenuhnya dan motor tersebut tetap digunakan hingga akhir musim, Ducati disebut tidak lagi menyiapkan pembaruan besar pada komponen utama.

“Situasi ini menandai berakhirnya siklus dominasi evolusi teknologi 1.000 cc yang sebelumnya dipelopori oleh Ducati,” tulis RideApart.

GP26 Tetap Berjuang hingga Akhir Musim

Penghentian pengembangan besar terhadap GP26 membuat Ducati harus mengandalkan paket motor yang ada untuk menghadapi sisa musim kompetisi.

Pirro mengakui masih terdapat sejumlah persoalan teknis, terutama berkaitan dengan responsivitas motor di beberapa karakter sirkuit. Namun, tidak ada solusi instan yang dapat diterapkan setelah fokus pengembangan mulai dialihkan kepada proyek 850 cc.

Kondisi tersebut membuat performa Desmosedici GP26 hingga akhir musim kemungkinan sangat bergantung pada karakter masing-masing sirkuit.

Motor Ducati yang mampu tampil kompetitif di satu lintasan belum tentu memiliki keunggulan serupa ketika menghadapi sirkuit dengan karakter berbeda.

Regulasi Baru Ubah Wajah MotoGP

Keputusan Ducati tidak terlepas dari perubahan regulasi teknis MotoGP yang akan berlaku mulai musim mendatang.

Regulasi baru tersebut membawa perubahan besar dibandingkan era 1.000 cc. Kapasitas mesin akan diturunkan dari 1.000 cc menjadi 850 cc, sementara kapasitas bahan bakar juga mengalami pengurangan.

Selain itu, aturan mengenai aerodinamika diperketat. Perangkat pengatur ketinggian motor atau ride-height device dan holeshot device juga dilarang secara total.

MotoGP juga akan memasuki era penggunaan bahan bakar 100 persen non-fosil. Perubahan lain yang tidak kalah penting adalah pergantian pemasok ban resmi dari Michelin ke Pirelli.

Rangkaian perubahan tersebut membuat pabrikan tidak cukup hanya mengembangkan mesin baru. Mereka harus merancang ulang paket motor agar mampu beradaptasi dengan karakter regulasi yang berbeda.

Ducati Sudah Uji Prototipe 850 cc

Ducati pun telah memulai persiapan jauh-jauh hari. Michele Pirro bersama pebalap penguji Nicolò Bulega menjalani serangkaian pengujian terhadap prototipe mesin 850 cc.

Pengujian privat dilakukan di Sirkuit Misano untuk mengumpulkan data mengenai karakter motor generasi baru tersebut.

Data dari pengujian menjadi salah satu dasar bagi para insinyur Ducati untuk menentukan arah pengembangan motor 850 cc. Karakter motor baru tersebut diperkirakan akan berbeda cukup signifikan dibandingkan Desmosedici generasi 1.000 cc.

Ducati kini harus menemukan keseimbangan antara tenaga, bobot, aerodinamika, elektronik, serta karakter ban Pirelli dalam satu paket yang kompetitif.

Aleix Espargaró Sebut Motor 850 cc Lebih Menyenangkan

Optimisme terhadap era baru MotoGP juga muncul dari pabrikan lain. Aleix Espargaró, yang kini terlibat dalam pengujian prototipe 850 cc Honda, menilai motor generasi baru memberikan sensasi berkendara yang lebih menyenangkan.

Karakter tersebut salah satunya berasal dari bobot motor yang lebih ringan dan berkurangnya torsi pada putaran bawah. Di sisi lain, penggunaan ban Pirelli dengan tingkat cengkeraman yang kuat juga akan memengaruhi cara pebalap mengendalikan motor.

Kombinasi tersebut berpotensi menghasilkan gaya balap yang berbeda. Motor yang lebih ringan dan memiliki karakter tenaga berbeda dapat membuat fase pengereman dan masuk tikungan menjadi semakin penting.

Perubahan itu juga diharapkan membuka peluang terjadinya pertarungan yang lebih ketat di lintasan, terutama dalam perebutan posisi dan aksi saling menyalip.

Ducati Mulai Menulis Babak Baru

Penghentian pengembangan agresif GP26 menjadi sinyal bahwa perhatian Ducati mulai bergeser dari penyempurnaan terakhir mesin 1.000 cc menuju proyek 850 cc.

Meski demikian, bukan berarti Ducati menyerah dalam persaingan musim ini. GP26 tetap akan digunakan untuk mengejar hasil terbaik hingga seri terakhir.

Hanya saja, pengembangan besar kini tidak lagi menjadi prioritas utama. Para insinyur Ducati justru mulai mencurahkan sumber daya dan waktu untuk membangun motor yang akan menghadapi era baru MotoGP.

Jika proyek tersebut berhasil, Ducati akan memasuki era 850 cc dengan membawa pengalaman panjang dari masa pengembangan Desmosedici 1.000 cc yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama mereka di MotoGP.

Sumber: Beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play