Kubu Raya Buka Sekolah Lapang Iklim dan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, 88 Peserta Disiapkan Jadi Agen Informasi K
Kubu Raya (Suara Kalbar) – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membuka Sekolah Lapang Iklim (SLI) Tematik dan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) di Aula Kantor Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan tersebut difasilitasi melalui dukungan Anggota Komisi V DPR RI Boyman Harun bersama BMKG dan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. Sebanyak 88 peserta yang terdiri dari masyarakat petani dan nelayan mengikuti kegiatan tersebut.
Pelaksanaan SLI Tematik dan SLCN menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap informasi cuaca dan iklim. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu petani dan nelayan menentukan aktivitas secara lebih tepat, aman, dan sesuai kondisi lapangan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kubu Raya, Yusran Anizam, mengatakan informasi cuaca dan iklim memiliki peran penting dalam menentukan aktivitas masyarakat, terutama bagi mereka yang menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian dan perikanan.
“Sebanyak 88 peserta ini kami harapkan menjadi kader atau agen yang memahami prakiraan cuaca dan iklim. Informasi itu kemudian dapat diteruskan kepada masyarakat, sehingga petani maupun nelayan bisa menentukan aktivitasnya dengan lebih tepat dan aman,” ujar Yusran.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat besar karena masyarakat mendapatkan pengetahuan mengenai kondisi cuaca dan iklim yang dapat mendukung aktivitas ekonomi mereka.
Yusran berharap program tersebut tidak berhenti pada 88 peserta yang mengikuti kegiatan, tetapi dapat diperluas sehingga pengetahuan mengenai informasi cuaca dan iklim bisa menjangkau masyarakat yang lebih luas.
“Ini merupakan kegiatan yang manfaatnya sangat besar bagi masyarakat. Kami berharap program seperti ini tidak berhenti pada 88 peserta saja, tetapi dapat terus dimasifkan agar pengetahuan yang diperoleh bisa menyebar lebih luas,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Komisi V DPR RI, BMKG, pemerintah desa, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan SLI Tematik dan SLCN di Kabupaten Kubu Raya.
Sementara itu, Tenaga Ahli Komisi V DPR RI Ari Lesmana mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan Komisi V DPR RI melalui kemitraan dengan BMKG dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.
Menurut Ari, Komisi V DPR RI siap mengawal aspek kebijakan dan penganggaran apabila program tersebut terbukti memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan.
“Kami akan menyampaikan hasil kegiatan ini kepada Bapak Boyman Harun selaku Anggota Komisi V DPR RI. Beliau siap memberikan dukungan terhadap kebijakan maupun penganggaran sepanjang program tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelas Ari.
Ia menilai peningkatan pemahaman masyarakat terhadap informasi cuaca dan iklim penting untuk mendukung berbagai program pemerintah, terutama di sektor pertanian dan perikanan.
Pejabat BMKG, Hary Tirto Jatmiko, menjelaskan SLI Tematik dan SLCN bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai informasi cuaca dan iklim agar dapat dimanfaatkan dalam menunjang aktivitas pertanian dan perikanan.
“Harapannya, masyarakat dapat memahami informasi cuaca dan iklim dengan lebih baik sehingga mampu melakukan antisipasi sebelum terjadi cuaca ekstrem maupun dampak iklim yang dapat mengganggu aktivitas mereka,” ujar Hary.
Ia menjelaskan SLI Tematik diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan, sedangkan SLCN memberikan edukasi kepada nelayan agar mampu memanfaatkan informasi cuaca sebelum melakukan aktivitas melaut.
Selain menerima materi, peserta juga diharapkan menjadi penyambung informasi BMKG kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.
Hary menambahkan, pelaksanaan SLI Tematik di Kubu Raya menjadi bagian dari tahapan edukasi melalui pemberian teori dan simulasi. Metode tersebut diharapkan membantu masyarakat menerjemahkan informasi cuaca dan iklim agar lebih mudah diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.
Melalui pelaksanaan program tersebut, pemanfaatan informasi cuaca dan iklim diharapkan semakin optimal sehingga dapat berkontribusi terhadap peningkatan ketahanan pangan, produktivitas sektor pertanian dan perikanan, serta kesejahteraan masyarakat.
Penulis: Diskominfo KKR
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






