Menyemaikan Karakter Bangsa Lewat Kemah Budaya dan Gelar Ajang di Pasir Panjang Singkawang
Singkawang (Suara Kalbar)- Ratusan peserta didik dan pembina Pramuka mengikuti Kemah Budaya dan Gelang Ajar di Pantai Pasir Panjang Indah, Singkawang, 19–21 Agustus 2026. Kegiatan dalam rangka memperingati HUT RI ke-81 dan Hari Pramuka ke-65 ini mengintegrasikan penguatan pendidikan karakter dan pelestarian budaya tradisional.
Kepala Disdikbud Singkawang, H. Asmadi, menegaskan kegiatan ini krusial untuk mencetak generasi tangguh dan berbudaya guna menyongsong Indonesia Emas 2045. Sebanyak 480 peserta dan 32 pembina mengikuti rangkaian acara, dengan SMPN 4 dan SMPN 19 Singkawang keluar sebagai Juara Umum Kemah Budaya.
Rangkaian kegiatan akbar ini dipadukan secara harmonis melalui dua agenda strategis: Kemah Budaya yang diselenggarakan oleh Saka Widya Budaya Bakti (SWBB) Kota Singkawang, satuan karya pramuka di bawah binaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang. Serta kegiatan Gelang Ajar yang diprakarsai oleh Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Singkawang.
Kemah Budaya dirancang khusus sebagai wadah pengenalan budaya, pelestarian permainan tradisional, serta pembekalan kecakapan hidup (life skills) bagi para pelajar. Pada saat yang bersamaan, Gelang Ajar menjadi forum penguatan kapasitas dan reorientasi metodologi bagi para pembina pramuka agar mampu menghadirkan formula pendidikan yang relevan dengan tantangan zaman.
Komitmen Pendidikan Karakter
Acara berlangsung penuh khidmat dan meriah. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang, H. Asmadi yang juga menjabat sebagai Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Singkawang—hadir langsung memimpin upacara penutupan.
Dalam pidato sambutannya yang menggugah semangat, Asmadi menegaskan bahwa kepramukaan tidak boleh hanya dipandang sebagai agenda rutinitas atau seremoni belaka.
“Kegiatan kepramukaan bukan sekadar seremonial, melainkan langkah awal yang sangat krusial dalam mengimplementasikan pendidikan karakter. Di sinilah kita menyiapkan generasi muda yang tangguh, berintegritas, dan berbudaya untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” tegas Asmadi di hadapan seluruh peserta.
Ia menambahkan bahwa nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan cinta tanah air yang ditanamkan selama Kemah Budaya dan Gelang Ajar akan menjadi benteng moral bagi para siswa dalam menghadapi dinamika arus globalisasi.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Singkawang, Tri Wahyudi kan pentingnya internalisasi janji Pramuka dalam kehidupan sehari-hari.
“Setiap anggota Pramuka wajib memegang teguh karakter yang tertuant dalam Tri Satya dan Dasa Darma. Jika dua pilar janji tersebut benar-benar diamalkan, niscaya adik-adik kita akan tumbuh menjadi generasi terbaik bangsa,” ujar Tri Wahyudi.
Sinergi Lintas Sektor dan Kehadiran Istimewa
Kehadiran pejabat penting kian menambah bobot keistimewaan acara ini. Turut hadir para Kepala Bidang dari Disdikbud Singkawang, perwakilan BNN Kota Singkawang, Kepala SMP/MTs se-Kota Singkawang, Ketua K3S SD dari 5 kecamatan, serta Pamong dan Instruktur SWBB Singkawang.
Acara ini terasa semakin istimewa dengan kehadiran Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK), Dr. Eka Khristiyanta Purnama, S.S., M.Pd. Dalam pandangannya, Dr. Eka menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi sinergis antara pengembang kebudayaan dan pendidik.
“Para guru dan pembina yang mengikuti Gelang Ajar harus menjadi agen perubahan. Bagikan pengalaman baik (best practice) ini kepada sesama pembina untuk merumuskan formula pembelajaran terbaik di satuan pendidikan masing-masing,” pesan Dr. Eka.
Padat Kegiatan dan Unjuk Kreativitas
Sekretaris Saka Widya Budaya Bakti Kota Singkawang sekaligus Ketua Panitia, Tri Wahyudi Arhap, dalam laporan resminya memaparkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 480 peserta Kemah Budaya dari 24 SMP/MTs se-Kota Singkawang, serta 32 orang Pembina dari jenjang SD dan SMP yang mengikuti Gelang Ajar.
Selama tiga hari, peserta disuguhkan agenda padat dan variatif:
1. Hari Pertama: Seminar Budaya Kota Singkawang serta sosialisasi Pencegahan Narkoba hasil kerja sama dengan BNN Kota Singkawang.
2. Hari Kedua: Unjuk ketangkasan dan kreativitas melalui Perlombaan Lintas Nusantara, inovasi Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna (alat penjernih air), hingga Fashion Show Pakaian Adat Kreasi Daur Ulang Barang Bekas.
3. Hari Ketiga: Upacara penutupan khidmat dan pengumuman pemenang lomba.
Dari deretan kompetisi tersebut, predikat Juara Umum Putra Kemah Budaya 2026 berhasil diraih oleh regu dari SMPN 4 Singkawang, sementara Juara Umum Putri diraih oleh regu SMPN 19 Singkawang.
Kesan Peserta: Menantang dan Berkesan
Raut gembira terpancar dari para peserta, salah satunya Alice Vilentsya, peserta Kemah Budaya. Ia mengungkapkan rasa impresifnya bisa belajar di alam terbuka bersama teman-teman dari sekolah lain.
“Kegiatannya sangat seru! Biasanya perkemahan 3 hari 2 malam hanya di sekolah, tapi kali ini langsung di alam terbuka pantai dan bisa berkenalan dengan teman-teman dari sekolah lain. Materi dan perlombaannya juga sangat menantang. Mudah-mudahan kegiatan ini diadakan lagi di tahun 2027,” kata Alice dengan antusias.
Penutupan acara ditandai dengan penyerahan piala penghargaan kepada para juara dan foto bersama. Kegiatan ini membuktikan bahwa pembentukan karakter generasi muda dan pelestarian budaya lokal dapat dikemas secara edukatif, interaktif, dan menyenangkan di Kota Singkawang.
Penulis : Hendra/ r
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






