KPK Periksa Dua Wakil Rektor Unsoed hingga Larut Malam di Banyumas
Jakarta (Suara Kalbar)- Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa enam orang terkait Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) di Gedung Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Banyumas, Kamis (20/8/2026). Pemeriksaan berlangsung selama hampir 12 jam dan berakhir menjelang tengah malam.
Salah satu pejabat yang menjalani pemeriksaan adalah Wakil Rektor I Bidang Akademik Unsoed, Prof. Dr. Ir. Noor Farid, M.Si. Ia diketahui masih menjalani pemeriksaan hingga sekitar pukul 23.45 WIB sebelum bertolak menuju Jakarta.
Selain Noor Farid, penyidik KPK juga memeriksa Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Unsoed, Prof. Dr. Norman Arie Prayoga.
Norman terlihat keluar dari Gedung Satreskrim Polresta Banyumas sekitar pukul 22.45 WIB. Namun, ia enggan memberikan keterangan terkait materi pemeriksaan yang dijalaninya.
Saat ditanya wartawan mengenai pemeriksaan tersebut, Norman hanya menyampaikan bahwa proses selanjutnya akan dilakukan di Jakarta.
“Mau dilanjutkan ke Jakarta,” ujar Norman, Jumat (21/8/2026).
Sebelumnya, ketika ditanya mengenai materi pemeriksaan, ia juga memilih tidak memberikan penjelasan.
“Anu, tidak boleh ngomong,” katanya singkat.
Pejabat Kampus dan Pihak Eksternal Turut Diperiksa
Selain dua wakil rektor, KPK juga memeriksa Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan Unsoed, Eko Sumanto, yang berstatus aparatur sipil negara (ASN).
Tiga pihak lain dari luar lingkungan kampus yang turut menjalani pemeriksaan yakni Adhi Wiharso, Dian Mulia Wardhana, dan Mulyono alias Nono.
Dengan demikian, total terdapat enam orang yang diperiksa oleh tim penyidik KPK di Polresta Banyumas.
Pemeriksaan dimulai sekitar pukul 12.00 WIB dan berlangsung hingga malam hari. Beberapa pihak mulai meninggalkan ruang pemeriksaan sekitar pukul 22.45 WIB, sementara Noor Farid masih menjalani pemeriksaan hingga mendekati tengah malam.
Lima Orang Dibawa ke Jakarta
Usai pemeriksaan, rombongan penyidik KPK terlihat meninggalkan Gedung Satreskrim Polresta Banyumas dengan membawa sejumlah tas yang diduga berisi dokumen.
Sebanyak lima orang kemudian dibawa menuju Jakarta menggunakan beberapa kendaraan yang telah disiapkan.
Dalam salah satu kendaraan yang sama dengan Norman Arie Prayoga, turut berada Dian Mulia Wardhana. Sementara Adhi Wiharso dan Mulyono alias Nono dibawa menggunakan kendaraan berbeda.
Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan Unsoed, Eko Sumanto, juga termasuk dalam rombongan yang diberangkatkan ke Jakarta.
Adapun Wakil Rektor I Bidang Akademik Unsoed, Noor Farid, tidak terlihat bergabung dalam rombongan tersebut. Ia diketahui masih menjalani pemeriksaan hingga sekitar pukul 23.45 WIB sebelum kemudian bertolak ke Jakarta secara terpisah.
Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari KPK terkait tujuan pemeriksaan lanjutan terhadap para pihak yang dibawa ke Jakarta maupun perkara yang sedang didalami penyidik.
Polresta Banyumas Fasilitasi Pemeriksaan
Kapolresta Banyumas, Kombes Pol. Petrus Silalahi, membenarkan adanya kegiatan pemeriksaan yang dilakukan penyidik KPK di lingkungan Polresta Banyumas.
Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara rinci siapa saja pihak yang diperiksa maupun substansi perkara yang sedang ditangani lembaga antirasuah tersebut.
“Memang dalam konteks KPK itu meminta ruang periksa. Ya pasti kita kasih, karena hubungannya kelembagaan. Namun, konteksnya siapa yang diperiksa, kami tidak diberitahu,” kata Petrus.
Sampai berita ini diturunkan, KPK belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait hasil pemeriksaan maupun status hukum pihak-pihak yang diperiksa dalam kegiatan tersebut.






