SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Lifestyle Pria Mudah Lelah dan Stamina Menurun? Bisa Jadi Tanda Kekurangan Testosteron

Pria Mudah Lelah dan Stamina Menurun? Bisa Jadi Tanda Kekurangan Testosteron

Ilustrasi mudah lelah. (Freepik.com/Magnific/@wayhomestudios)

Suara Kalbar – Rasa lelah yang mudah muncul dan berlangsung terus-menerus, terutama pada pria, sebaiknya tidak dianggap sebagai hal biasa. Apalagi jika kondisi tersebut disertai penurunan stamina hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Kondisi tersebut ternyata dapat berkaitan dengan gangguan metabolisme maupun kekurangan hormon testosteron. Dalam istilah medis, kondisi kekurangan testosteron yang muncul pada pria usia lanjut dikenal sebagai late-onset hypogonadism (LOH).

Data klinis European Male Ageing Study (EMAS) menunjukkan prevalensi kekurangan testosteron cenderung meningkat seiring bertambahnya usia.

Prevalensinya tercatat sekitar 0,1 persen pada pria berusia 40-49 tahun. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 5,1 persen pada kelompok pria berusia 70-79 tahun.

Kondisi kekurangan testosteron tersebut terutama ditemukan pada pria yang mengalami obesitas dan sindrom metabolik.

Spesialis penyakit dalam subspesialis endokrinologi, metabolik, dan diabetes, dr Marshell Tendean, mengatakan pertambahan usia memang dapat menyebabkan berbagai perubahan pada tubuh, termasuk perubahan hormonal.

Namun, menurutnya, keluhan seperti tubuh mudah lelah, stamina menurun, maupun gangguan fungsi seksual yang terjadi secara menetap tidak seharusnya langsung dianggap sebagai bagian normal dari proses penuaan.

Keluhan tersebut, kata Marshell, dapat menjadi salah satu tanda kekurangan testosteron sehingga perlu mendapatkan evaluasi medis.

“Kekurangan testosteron tak sekadar persoalan usia atau fungsi seksual, namun dapat berkaitan dengan berbagai aspek kesehatan,” ujar dr Marshell, mengutip Antara, Minggu (16/8/2026).

Perlu Evaluasi Medis

Marshell menekankan pentingnya pemeriksaan dan evaluasi medis apabila keluhan berlangsung terus-menerus dan mulai memengaruhi kualitas hidup.

Menurutnya, kekurangan testosteron tidak hanya berkaitan dengan faktor usia maupun fungsi seksual. Kondisi tersebut juga dapat berhubungan dengan berbagai aspek kesehatan lainnya.

Karena itu, keluhan berupa mudah lelah, penurunan stamina, atau gangguan fungsi seksual yang menetap sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai konsekuensi alami dari bertambahnya usia.

Evaluasi secara medis diperlukan untuk mengetahui penyebab keluhan secara tepat. Dengan demikian, kondisi yang dialami dapat ditangani sesuai dengan penyebabnya.

Pada prinsipnya, perubahan kondisi tubuh seiring bertambahnya usia memang dapat terjadi. Namun, keluhan yang menetap dan mengganggu kualitas hidup tetap perlu diperiksa agar tidak terlambat ditangani.

Sumber: Beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play