SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Nasional Bahasa Inggris Jadi Mata Pelajaran Wajib SD Mulai 2027, Bahasa Asing Lain Hanya Pengenalan

Bahasa Inggris Jadi Mata Pelajaran Wajib SD Mulai 2027, Bahasa Asing Lain Hanya Pengenalan

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti. (Kemendikdasmen/Istimewa)

Suara Kalbar – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa Bahasa Inggris akan mulai menjadi mata pelajaran wajib bagi siswa sekolah dasar (SD) mulai tahun 2027. Kebijakan tersebut direncanakan berlaku untuk peserta didik mulai kelas III SD.

Pernyataan itu disampaikan Abdul Mu’ti sebagai respons atas arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong pengenalan berbagai bahasa asing kepada anak-anak sejak usia dini.

Menurut Mu’ti, saat ini Bahasa Inggris di jenjang SD masih bersifat pilihan dan belum diterapkan secara wajib di seluruh sekolah. Kondisi tersebut berbeda dengan jenjang sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA), yang telah menjadikan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran dalam kurikulum.

“Kalau yang Bahasa Inggris memang nanti pada 2027 Bahasa Inggris sudah menjadi mata pelajaran wajib mulai kelas tiga SD,” kata Mu’ti di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Bahasa Mandarin dan Arab Hanya Tahap Pengenalan

Mu’ti menjelaskan, pernyataan Presiden Prabowo mengenai pengenalan berbagai bahasa asing tidak berarti seluruh bahasa tersebut akan menjadi mata pelajaran wajib di sekolah dasar.

Menurutnya, bahasa asing selain Bahasa Inggris hanya akan diperkenalkan kepada siswa sebagai bagian dari pengenalan dasar terhadap bahasa dan budaya internasional.

“Yang bahasa yang lainnya itu nanti sifatnya pengenalan aja,” tegasnya.

Bahasa asing yang dimaksud antara lain Mandarin, Arab, Jepang, Korea, Spanyol, dan Prancis sebagaimana disampaikan Presiden Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI.

Dukungan Guru dari Negara Mitra

Abdul Mu’ti mengatakan sejumlah sekolah di Indonesia saat ini telah mengajarkan bahasa asing selain Bahasa Inggris, terutama pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Beberapa negara mitra juga disebut telah menawarkan dukungan berupa tenaga pengajar untuk membantu proses pembelajaran bahasa asing di sekolah-sekolah Indonesia.

Kehadiran tenaga pengajar tersebut diharapkan dapat memperkaya pengalaman belajar siswa sekaligus meningkatkan kemampuan komunikasi internasional generasi muda Indonesia.

Prabowo: Anak Lebih Mudah Belajar Bahasa Sejak Dini

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya penguasaan bahasa asing sejak usia dini.

Menurut Prabowo, anak-anak memiliki kemampuan menyerap bahasa yang lebih cepat dibandingkan orang dewasa, sehingga pembelajaran bahasa asing perlu diperkenalkan sejak bangku sekolah dasar.

“Dari kecil, di bawah 11 tahun, 12 tahun, mereka lebih cepat belajar. Anak-anak kita harus punya akses kepada pendidikan terbaik agar mereka nanti kalau masuk, kalau sudah mencari lapangan kerja, mereka punya kemampuan lebih, mereka bisa diterima di mana-mana, mereka bisa kerja dengan pihak mana pun,” ujar Prabowo.

Tingkatkan Daya Saing Generasi Muda

Pemerintah berharap pengenalan bahasa asing sejak dini dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sekaligus memperluas peluang generasi muda di masa depan.

Selain memudahkan akses terhadap pendidikan global, kemampuan berbahasa asing juga dinilai menjadi salah satu keterampilan penting untuk menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin terbuka dan terhubung secara internasional.

Dengan kebijakan tersebut, Bahasa Inggris akan menjadi bahasa asing pertama yang diwajibkan di tingkat SD mulai 2027, sementara bahasa asing lainnya diperkenalkan secara bertahap sebagai bekal tambahan bagi peserta didik Indonesia.

Sumber: Beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play