SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Mempawah Doa Bersama dan Saprahan, Imigrasi Mempawah Ikut Merawat Tradisi Robo’-Robo’

Doa Bersama dan Saprahan, Imigrasi Mempawah Ikut Merawat Tradisi Robo’-Robo’

Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Mempawah turut ambil bagian dalam menjaga kearifan budaya lokal Robo’-Robo’ melalui doa bersama dan makan saprahan, Rabu (12/8/2026). [SUARAKALBAR.CO.ID/Tim]

Mempawah (Suara Kalbar) – Tradisi Robo’-Robo’ tidak hanya berlangsung di lingkungan kerajaan dan masyarakat Mempawah.

Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Mempawah turut ambil bagian dalam menjaga kearifan budaya lokal tersebut melalui doa bersama dan makan saprahan, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 07.00 WIB itu berlangsung di halaman Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Mempawah, Jalan Daeng Manambon. Pimpinan bersama jajaran pegawai mengenakan teluk belanga khas Melayu dan duduk bersama beralaskan tikar.

Suasana khidmat terasa ketika seluruh pegawai mengikuti doa bersama sebagai bagian dari ritual tolak bala. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan makan saprahan secara lesehan yang menjadi salah satu bagian penting dalam tradisi Robo’-Robo’.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Mempawah, Hartono, mengatakan pelaksanaan Robo’-Robo’ tahun ini menjadi momentum istimewa bagi jajarannya. Sebab, tradisi tersebut untuk pertama kalinya digelar sejak Kantor Imigrasi Mempawah berdiri pada awal Januari 2026.

“Kami selaku pimpinan dan staf Kanim Mempawah merasa bahagia bisa bersama seluruh masyarakat untuk melaksanakan tradisi Robo’-Robo’ sebagai kearifan lokal pada tahun ini,” ujarnya.

Menurut Hartono, doa bersama yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan tersebut diharapkan membawa keberkahan, keselamatan dan kebaikan bagi seluruh jajaran maupun masyarakat.

Selain doa, Hartono juga memberikan perhatian khusus terhadap tradisi makan saprahan. Baginya, kegiatan tersebut bukan sekadar makan bersama, tetapi memiliki nilai sosial yang kuat.

“Di balik hidangan yang tersaji di atas talam, tersimpan filosofi tentang persaudaraan, kesetaraan dan kebersamaan,” katanya.

Ia menilai nilai-nilai tersebut masih sangat relevan untuk terus dipelihara di tengah kehidupan masyarakat saat ini, termasuk dalam membangun hubungan harmonis antara pemerintah dan masyarakat.

Hartono juga mengapresiasi keberadaan Robo’-Robo’ sebagai bagian dari kekayaan budaya Mempawah. Tradisi tersebut telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 27 Oktober 2016.

Menurutnya, pengakuan tersebut menjadi bukti bahwa Robo’-Robo’ memiliki nilai budaya yang penting dan layak terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Kami sangat mengapresiasi tradisi Robo’-Robo’ yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda. Ini menunjukkan bahwa eksistensi Robo’-Robo’ bukan hanya penting bagi masyarakat Mempawah, tetapi juga menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia,” pungkasnya.

Tradisi Robo’-Robo’ sendiri memiliki kaitan erat dengan sejarah kedatangan Opu Daeng Manambon ke Mempawah pada abad ke-18. Hingga kini, tradisi tersebut tetap hidup dan menjadi salah satu identitas budaya masyarakat Mempawah yang diperingati setiap tahun.

Penulis: Distra

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play