Pemprov Kalbar Turun Tangan, Dua Guru SMKN 1 Mempawah Hilir Segera Diperiksa Terkait Video Viral
Mempawah (Suara Kalbar) – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memastikan akan menindaklanjuti polemik yang mencuat di SMK Negeri 1 Mempawah Hilir dengan memeriksa dua oknum guru yang dikaitkan dengan video viral di media sosial.
Sekretaris Daerah Kalimantan Barat, Harisson, menegaskan proses penanganan akan dilakukan secara profesional sesuai ketentuan yang berlaku.
Pemeriksaan akan melibatkan tim gabungan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Badan Kepegawaian Daerah (BKD), serta Inspektorat Provinsi Kalbar.
Menurut Harisson, langkah awal yang akan dilakukan adalah memanggil seluruh pihak terkait guna mengklarifikasi fakta-fakta yang berkembang sebelum menentukan tindak lanjut.
“Tim Dikbud, BKD, dan Inspektorat Provinsi akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Apabila dari hasil pemeriksaan terbukti terdapat pelanggaran disiplin sebagai ASN, tentu akan dijatuhkan sanksi sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya, Rabu (5/8/2026).
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi berkomitmen menjalankan proses secara objektif dan berpedoman pada mekanisme hukum serta disiplin kepegawaian, sehingga setiap keputusan nantinya didasarkan pada hasil pemeriksaan, bukan semata-mata pada informasi yang beredar di media sosial.
Kasus tersebut sebelumnya memicu aksi penyampaian aspirasi yang dilakukan sekitar 700 siswa SMK Negeri 1 Mempawah Hilir pada Rabu (5/8/2026).
Para siswa berkumpul di lingkungan sekolah untuk menyampaikan tuntutan agar dua guru yang dikaitkan dengan video viral tersebut tidak lagi mengajar di sekolah mereka.
Aksi berlangsung dengan pengawalan pihak sekolah dan didampingi Ketua Komite Sekolah, Aidimansyah, sehingga situasi tetap berjalan tertib dan kondusif.
Selanjutnya, perwakilan siswa, kepala sekolah, dan komite sekolah menggelar dialog di aula sekolah.
Dalam pertemuan itu, siswa menyerahkan surat pernyataan yang berisi tuntutan agar kedua guru tersebut tidak lagi bertugas mengajar di SMKN 1 Mempawah Hilir.
Selain itu, para siswa juga meminta pihak sekolah segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat untuk menyiapkan tenaga pendidik pengganti demi menjaga kelancaran proses belajar mengajar.
Penulis: Distra/Tim
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS





