IJW Soroti Demo 700 Siswa SMKN 1 Mempawah Hilir, Desak Evaluasi Kepala Sekolah dan Tindak 2 Oknum Guru Viral
Mempawah (Suara Kalbar) – Aksi unjuk rasa sekitar 700 siswa SMK Negeri 1 Mempawah Hilir pada Rabu (5/8/2026) mendapat perhatian dari berbagai pihak.
Demonstrasi yang dipicu beredarnya video viral di media sosial yang diduga melibatkan dua oknum guru itu dinilai menjadi alarm serius bagi dunia pendidikan.
Direktur Advokasi Indonesia Justice Watch (IJW), Sudianto Nursasi, menilai aksi yang terjadi di lingkungan sekolah tersebut tidak bisa dipandang sebagai peristiwa biasa.
Menurutnya, demonstrasi ratusan siswa merupakan indikasi adanya persoalan yang lebih mendasar dalam tata kelola sekolah.
Ia berpendapat, aksi tersebut diduga merupakan akumulasi kekecewaan para siswa terhadap manajemen sekolah serta perilaku oknum tenaga pendidik yang dinilai tidak mampu memberikan keteladanan.
Sudianto menilai kepala sekolah memiliki tanggung jawab besar dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif.
Karena itu, lemahnya pengawasan terhadap perilaku tenaga pendidik, lambatnya respons terhadap dugaan pelanggaran, serta minimnya pembinaan etika disebut menjadi faktor yang perlu dievaluasi.
“Seorang kepala sekolah tidak hanya bertanggung jawab pada administrasi pendidikan, tetapi juga harus memastikan keamanan moral dan psikologis seluruh peserta didik,” ujarnya.
IJW juga menekankan pentingnya penerapan pengawasan berkala terhadap tenaga pendidik, pembukaan saluran pengaduan yang aman bagi siswa maupun orang tua, serta penguatan pembinaan karakter di lingkungan sekolah.
Atas dasar itu, Sudianto mendesak Gubernur Kalimantan Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja Kepala SMKN 1 Mempawah Hilir.
“Selain itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar juga harus melakukan pemeriksaan terhadap dua oknum guru yang terindikasi bermasalah di sisi moral. Jika terbukti, tindak tegas!” imbuh dia.
Menurutnya, persoalan yang berkembang akibat video viral tersebut berpotensi mencoreng citra dunia pendidikan apabila tidak ditangani secara transparan dan profesional.
Sebelumnya, sekitar 700 siswa SMKN 1 Mempawah Hilir menggelar aksi penyampaian aspirasi di lingkungan sekolah, Rabu kemarin, pukul 09.20 WIB.
Mereka menuntut agar dua guru yang disebut dalam video viral tersebut tidak lagi mengajar di sekolah.
Aksi berlangsung tertib dengan pendampingan Ketua Komite Sekolah, Aidimansyah.
Selanjutnya dilakukan dialog di aula sekolah yang dihadiri kepala sekolah, komite sekolah, serta perwakilan siswa.
Dalam pertemuan itu, perwakilan siswa menyerahkan surat pernyataan yang berisi tuntutan agar kedua guru tersebut tidak lagi mengajar di SMKN 1 Mempawah Hilir.
Selain itu, mereka meminta pihak sekolah segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat untuk menyiapkan tenaga pendidik pengganti.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat terkait tuntutan evaluasi kepala sekolah maupun tindak lanjut atas aspirasi yang disampaikan para siswa.
Penulis: Distra
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS





