3 Cara Hemat Pakai AC Saat Musim Kemarau, Tagihan Listrik Tetap Aman
Suara Kalbar – Musim kemarau identik dengan cuaca yang lebih panas sehingga penggunaan air conditioner (AC) di rumah biasanya meningkat. Agar ruangan tetap sejuk tanpa membuat tagihan listrik membengkak, ada sejumlah cara sederhana yang dapat diterapkan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi Indonesia akan memasuki puncak musim kemarau pada sekitar Agustus 2026. Kondisi tersebut membuat banyak masyarakat mulai mengandalkan AC untuk menjaga kenyamanan di dalam rumah, terutama pada siang hingga malam hari.
Meski efektif menurunkan suhu ruangan dalam waktu singkat, penggunaan AC membutuhkan konsumsi listrik yang relatif besar. Apabila digunakan terus-menerus tanpa pengaturan yang tepat, biaya listrik bulanan berpotensi meningkat cukup signifikan.
Untungnya, ada beberapa langkah mudah yang dapat dilakukan agar penggunaan AC tetap nyaman sekaligus lebih hemat energi. Berikut tips yang dirangkum dari Home Services.
1. Gunakan kipas angin untuk membantu sirkulasi udara
Mengombinasikan AC dengan kipas angin atau kipas langit-langit dapat membantu menyebarkan udara dingin secara lebih merata ke seluruh ruangan.
Walaupun kipas tidak menurunkan suhu udara secara langsung, sirkulasi udara yang lebih baik membuat ruangan terasa lebih sejuk. Dengan begitu, suhu AC dapat dinaikkan beberapa derajat tanpa mengurangi kenyamanan, sehingga konsumsi listrik menjadi lebih efisien.
2. Atur suhu AC secara bijak
Pengaturan suhu menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi konsumsi listrik AC. Menaikkan suhu AC beberapa derajat dari pengaturan yang terlalu dingin dapat membantu menghemat penggunaan energi.
Selain itu, hindari membiarkan AC menyala ketika rumah sedang kosong. Jika memungkinkan, gunakan fitur timer, termostat yang dapat diprogram, atau smart thermostat agar suhu dapat diatur otomatis sesuai aktivitas penghuni rumah.
3. Kurangi aktivitas yang menghasilkan panas di dalam rumah
Selama musim kemarau, usahakan mengurangi aktivitas yang menambah panas di dalam ruangan. Misalnya, gunakan microwave dibandingkan oven atau lakukan aktivitas memanggang di luar rumah.
Penggunaan mesin cuci, mesin pengering pakaian, maupun mesin pencuci piring juga sebaiknya dilakukan pada malam hari ketika suhu udara lebih rendah.
Selain itu, matikan lampu, televisi, komputer, dan perangkat elektronik lain saat tidak digunakan. Langkah sederhana tersebut dapat mengurangi panas di dalam rumah sekaligus membantu menekan konsumsi listrik.
Dengan menerapkan kebiasaan tersebut, penggunaan AC selama musim kemarau dapat menjadi lebih efisien tanpa mengurangi kenyamanan. Selain membantu menjaga suhu ruangan tetap sejuk, pengaturan yang tepat juga berkontribusi menghemat energi dan mengurangi tagihan listrik setiap bulan.
Sumber: Beritasatu.com






