Bantuan Perlengkapan Pemkot Pontianak Dongkrak Penghasilan Nelayan
Pontianak (Suara Kalbar) – Romadon, perwakilan Kelompok Nelayan Cahaya Pelangi dari Kelurahan Banjar Serasan, Kecamatan Pontianak Timur, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Pontianak atas perhatian yang diberikan kepada nelayan. Kelompoknya jadi salah satu penerima bantuan genset dari pemerintah. Ia senang, dapat berdialog langsung dengan Wakil Wali Kota.
Tahun ini, sebanyak lima kelompok nelayan memperoleh bantuan mesin genset, tujuh kelompok mendapat bantuan alat tangkap, dan 151 keluarga nelayan diberi bantuan beras. Mereka tersebar di tiga kecamatan.
“Saya mewakili kawan-kawan dari kelompok nelayan Pontianak Timur, Kelurahan Banjar Serasan, mengucapkan banyak terima kasih. Kami senang dengan adanya bantuan ini,” ujar Romadon usai penyerahan di kampung nelayan Gg. H. Sanusi, Kelurahan Banjar Serasan, Pontianak Timur, Selasa (21/7/2026).
Ia mengaku senang bisa bertemu langsung dengan Wakil Wali Kota, Dinas terkait, camat, lurah, dan kelompok masyarakat lainnya. Menurutnya, kegiatan seperti ini penting karena menjadi ruang bagi nelayan untuk menyampaikan kondisi di lapangan. Salah satu kegembiraan lain yang ia bagikan adalah perihal BBM.
Saat ini nelayan sudah mulai mendapatkan BBM subsidi melalui rekomendasi pelabuhan. Hal itu sangat membantu karena biaya operasional terbesar nelayan adalah BBM. Sebelumnya, mereka membeli dengan Harga Rp15 ribu per liter.
“Alhamdulillah sekarang kami sudah dapat BBM subsidi dengan harga normal. Itu yang paling kami harapkan, karena biaya paling besar bagi kami adalah BBM,” ungkapnya.
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menyebut Pemerintah Kota Pontianak akan terus berupaya hadir dan memberi perhatian kepada nelayan kecil, terutama nelayan dengan kapal di bawah 10 gross tonnage atau GT. Salah satunya lewat bantuan yang diharapkan dapat meringankan beban nelayan dalam jangka pendek maupun mendukung aktivitas melaut.
“Untuk meringankan beban mereka, pemerintah kota memberikan bantuan genset, ada lima genset. Kemudian ada bantuan pangan berupa beras cadangan pangan kepada warga nelayan di tiga kecamatan,” jelasnya.
Bahasan menyebut, bantuan beras yang diberikan masing-masing sebanyak 10 kilogram. Meski bersifat jangka pendek, bantuan tersebut dinilai tetap berarti karena dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga nelayan. Ia menambahkan, bantuan jaring diberikan untuk mendukung nelayan yang menggunakan sampan bermesin. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan hasil tangkapan.
Meski demikian, Bahasan mengakui bantuan genset yang diberikan belum mencukupi seluruh kebutuhan nelayan. Misalnya kebutuhan genset yang idealnya diberikan ke masing-masing nelayan.
“Insya Allah pemerintah kota akan mengikhtiarkan agar nelayan itu semuanya bisa mendapatkan bantuan,” katanya.
Bahasan menegaskan, program bantuan kepada nelayan akan diupayakan menjadi agenda rutin. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran pemerintah untuk berterima kasih kepada nelayan yang telah berjuang memenuhi pasokan ikan. Kondisi mereka kini masih dalam proses menuju lebih sejahtera dan lebih mapan. Dengan adanya kemudahan BBM bersubsidi serta bantuan sarana pendukung, ia berharap beban nelayan dapat berkurang secara bertahap.
“Kalau saya lihat, ini masih menuju ke arah lebih sejahtera, lebih mapan. Untuk menuju ke sana, pemerintah harus hadir,” ujarnya.
Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak Irwan Prayitno mengatakan jumlah nelayan di Kota Pontianak memang tidak terlalu banyak dibandingkan daerah pesisir lainnya. Meski demikian, Pemkot Pontianak tetap memberikan perhatian kepada kelompok nelayan, terutama nelayan kecil yang masih aktif.
Pihaknya akan melakukan pendataan ulang terhadap kelompok nelayan yang masih aktif. Pendataan tersebut penting agar bantuan dan program pemerintah dapat lebih tepat sasaran sesuai kondisi di lapangan. Perhatian khusus akan diberikan kepada nelayan kecil yang masih menggunakan sampan bermesin untuk menangkap ikan di sekitar Sungai Kapuas. Ke depan, pemerintah akan mendorong peningkatan kapasitas mereka secara bertahap.
“Terutama kelompok nelayan kecil yang masih menggunakan sampan bermesin untuk melakukan penangkapan di sekitar Sungai Kapuas. Insya Allah nanti secara perlahan akan kita tingkatkan menuju kapal-kapal di bawah 10 GT,” ungkapnya.
Selain bantuan, dinasnya juga akan memperkuat pendampingan bagi nelayan. Pendampingan dilakukan melalui kerja sama dengan penyuluh perikanan yang ada di Kota Pontianak.
“Mulai Januari 2026, penyuluh perikanan di Kota Pontianak sudah diambil alih oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Nanti kita akan berkoordinasi dan meminta bantuan penyuluh untuk terus melakukan pendampingan terhadap nelayan, terutama nelayan tangkap,” pungkasnya.
Penulis: Tim Liputan
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






