Robot Humanoid U1 Siap Diproduksi Massal, UBTech Klaim Jadi Pendamping Emosional Pertama di Dunia
Suara Kalbar – Perusahaan robotika asal Shenzhen, Tiongkok, UBTech, resmi memperkenalkan U1, robot humanoid hiperrealistis yang diklaim sebagai robot pendamping emosional pertama di dunia yang siap diproduksi secara massal.
Berbeda dengan robot humanoid yang selama ini dikembangkan untuk kebutuhan industri, pergudangan, maupun manufaktur, U1 dirancang untuk berinteraksi secara lebih personal dengan manusia. Robot ini diposisikan sebagai teman berbicara, pemberi dukungan emosional, hingga pendamping bagi masyarakat yang hidup sendiri maupun lanjut usia.
Chief Brand Officer UBTech, Michael Tam, mengatakan masa depan robot humanoid tidak hanya ditentukan oleh kemampuan melakukan pekerjaan fisik, tetapi juga oleh kemampuannya membangun hubungan emosional dengan manusia.
“Robot bionik kami dapat menemani Anda seumur hidup. Ia tidak akan pernah mengkhianati Anda, selalu setia, dan akan mencintai Anda tanpa syarat,” ujar Michael Tam saat peluncuran produk, dikutip dari The Independent, Senin (13/7/2026).
UBTech menilai potensi pasar robot pendamping sangat besar. Perusahaan mencatat sekitar 90 juta orang di China hidup seorang diri, sehingga membutuhkan teknologi yang mampu menghadirkan interaksi sosial secara alami.
Selain digunakan sebagai teman sehari-hari, robot U1 juga diproyeksikan dapat dimanfaatkan untuk layanan perawatan lansia, penyambutan tamu, industri perhotelan, hingga layanan rumah tangga premium.
Dibekali AI yang Mampu Mengenali Emosi
UBTech menegaskan U1 bukan robot yang diciptakan untuk mengerjakan pekerjaan rumah seperti mencuci piring, memasak, atau membersihkan rumah.
Sebaliknya, robot ini dirancang agar mampu membangun komunikasi yang lebih natural melalui percakapan, kontak mata, serta respons emosional berbasis kecerdasan buatan (AI).
Robot tersedia dalam versi pria dan wanita. Saat demonstrasi peluncuran, U1 diperlihatkan mampu mempertahankan kontak mata ketika berbicara sekaligus mengenali perubahan ekspresi wajah pemiliknya.
Teknologi tersebut didukung kamera yang terpasang pada bagian mata sehingga robot dapat mendeteksi indikasi stres, kelelahan, maupun perubahan emosi pengguna.
UBTech memastikan seluruh proses pengolahan data dilakukan langsung di dalam perangkat (on-device) tanpa mengirimkan data ke server eksternal.
Pendekatan tersebut dipilih untuk menjaga privasi pengguna karena robot akan berada di lingkungan rumah dan berinteraksi setiap hari.
Masih Memiliki Keterbatasan
Meski menjadi salah satu robot humanoid paling realistis yang pernah diperkenalkan, UBTech mengakui kemampuan U1 masih belum sepenuhnya menyerupai manusia.
Gerakan tubuh dan ekspresi wajah robot masih memperlihatkan karakter mekanis, meskipun telah menggunakan lapisan silikon yang menyerupai kulit manusia.
Kemampuan emosional robot juga bukan berasal dari perasaan nyata, melainkan hasil analisis AI dan large language model (LLM) yang mempelajari pola komunikasi manusia.
Meski demikian, perusahaan menilai U1 menjadi langkah penting menuju generasi robot humanoid yang semakin alami dalam berinteraksi.
Mengusung 88 Motor Servo dan Leher Biomimetik
Robot humanoid U1 hadir dalam dua pilihan karakter.
Versi perempuan memiliki tinggi sekitar 167 sentimeter, sedangkan versi laki-laki mencapai 183 sentimeter.
Keduanya dibekali 88 motor servo yang tersebar di berbagai persendian tubuh sehingga menghasilkan gerakan yang lebih fleksibel dibandingkan generasi sebelumnya.
UBTech juga menyematkan struktur leher biomimetik dual-pivot yang diklaim mampu meniru hingga 90 persen gerakan leher manusia dalam aktivitas sehari-hari.
Seluruh sistem dijalankan menggunakan cip pemrosesan internal tanpa bergantung pada koneksi internet sehingga data pengguna tetap tersimpan di dalam perangkat.
Dikembangkan dari Walker S2
Sebelum memperkenalkan U1, UBTech lebih dahulu meluncurkan Walker S2, robot humanoid yang mampu mengganti baterainya sendiri secara otomatis tanpa bantuan manusia.
Walker S2 dapat mendeteksi kapasitas baterai, menuju stasiun pengisian daya, melepas baterai lama, kemudian memasang baterai baru sehingga mampu beroperasi selama 24 jam tanpa henti.
Teknologi tersebut menjadi fondasi pengembangan U1 yang kini lebih difokuskan pada interaksi sosial dibandingkan otomasi industri.
Sudah Kantongi Lebih dari 13.000 Pesanan
Antusiasme pasar terhadap U1 cukup tinggi.
CEO sekaligus pendiri UBTech, Zhou Jian, mengungkapkan robot humanoid tersebut telah memperoleh lebih dari 13.000 pemesanan awal hanya dalam waktu singkat sejak reservasi dibuka.
Calon pembeli cukup membayar uang muka sebesar 3.000 yuan atau sekitar Rp10,3 juta, yang dapat dikembalikan apabila membatalkan pesanan.
China Jadikan Robot Humanoid Industri Strategis
Peluncuran U1 berlangsung di tengah ambisi Pemerintah China menjadikan robot humanoid sebagai salah satu industri strategis nasional.
Dalam rencana pembangunan lima tahun terbaru, robot humanoid masuk ke dalam 10 sektor prioritas yang diproyeksikan menjadi motor pertumbuhan ekonomi periode 2026–2030.
Presiden International Federation of Robotics, Takayuki Ito, menilai China kini mulai menggeser fokus dari otomatisasi industri menuju robotika cerdas berbasis AI.
Lembaga keuangan Barclays memperkirakan sekitar 11 juta robot humanoid akan beroperasi di China pada 2035.
Sementara itu, Morgan Stanley mencatat penjualan robot humanoid sepanjang tahun lalu baru mencapai sekitar 12.000 unit, menunjukkan pasar masih berada pada tahap awal namun memiliki prospek pertumbuhan yang sangat besar.
Zhou Jian meyakini robot dengan bentuk menyerupai manusia akan menjadi cara utama masyarakat berinteraksi dengan kecerdasan buatan di masa depan.
Apabila U1 diterima pasar secara luas, bukan tidak mungkin semakin banyak perusahaan teknologi yang mengikuti langkah serupa sehingga mempercepat perkembangan industri robot humanoid global.
Sumber: Beritasatu.com






