SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Teknologi Huawei dan Apple Bersinar Saat Pasar Smartphone China Melemah pada Kuartal II 2026

Huawei dan Apple Bersinar Saat Pasar Smartphone China Melemah pada Kuartal II 2026

Huawei Pura X (GSM Arena)

Suara Kalbar – Pasar smartphone China mengalami perlambatan pada kuartal II 2026. Namun, di tengah melemahnya permintaan dan meningkatnya biaya produksi, Huawei dan Apple justru berhasil mencatat pertumbuhan penjualan serta memperbesar pangsa pasar mereka.

Berdasarkan laporan firma riset pasar Omdia yang dikutip dari GSM Arena, Kamis (16/7/2026), pengiriman smartphone di China sepanjang April hingga Juni 2026 mencapai 66,1 juta unit, turun sekitar 2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski pasar secara keseluruhan mengalami kontraksi, Huawei tampil sebagai pemimpin dengan pengiriman 15,2 juta unit atau menguasai 23 persen pangsa pasar. Capaian tersebut meningkat dibandingkan kuartal II 2025 yang mencatat pengiriman 12,2 juta unit dengan pangsa pasar 18 persen.

Apple juga mencatat pertumbuhan positif. Produsen iPhone itu menempati posisi kedua setelah mengirimkan 12,4 juta unit dengan pangsa pasar 19 persen, naik dari 10,1 juta unit atau 15 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, sejumlah produsen smartphone asal China justru mengalami penurunan penjualan.

Oppo berada di posisi ketiga dengan pengiriman 10,6 juta unit dan menguasai 16 persen pangsa pasar. Namun, angka tersebut turun sekitar 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Vivo menyusul di peringkat keempat dengan pengiriman 10,5 juta unit serta pangsa pasar yang sama, yakni 16 persen. Penjualannya tercatat turun 11 persen secara tahunan.

Di antara lima besar produsen smartphone, Xiaomi mengalami penurunan paling tajam. Perusahaan tersebut hanya mengirimkan 8,2 juta unit dengan pangsa pasar 12 persen, atau merosot 21 persen dibandingkan kuartal II 2025.

Secara keseluruhan, kontraksi pasar smartphone China masih lebih baik dibandingkan kondisi pasar global yang mencatat penurunan sekitar 4 persen pada periode yang sama.

Analis Utama Omdia, Hayden Hou, menilai keberhasilan Huawei didukung oleh strategi harga yang relatif stabil serta tingginya permintaan pada segmen smartphone premium.

Di sisi lain, Apple juga memperoleh keuntungan karena belum menaikkan harga produknya meskipun industri tengah menghadapi kenaikan biaya produksi akibat krisis memori global.

Ke depan, Omdia memperkirakan pasar smartphone China masih akan menghadapi tekanan. Sepanjang 2026, pengiriman smartphone di negara tersebut diproyeksikan menyusut sekitar 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski demikian, penurunan tersebut diperkirakan tetap lebih ringan dibandingkan perlambatan yang diprediksi terjadi pada pasar smartphone global sepanjang tahun ini.

Sumber: Beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play