MPLS SDN 14 Sungai Kunyit Ditutup Meriah, BPBD Edukasi Mitigasi Kebakaran hingga Simulasi
Mempawah (Suara Kalbar) – SD Negeri 14 Sungai Kunyit resmi menutup rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, Jumat (17/7/2026).
Selama lima hari pelaksanaan sejak hari pertama masuk sekolah, berbagai kegiatan edukatif dan pembentukan karakter diberikan kepada peserta didik, baik murid baru maupun murid lama.
MPLS menjadi tahap awal yang penting dalam membantu peserta didik beradaptasi dengan lingkungan sekolah, mengenal teman dan guru, memahami potensi diri, serta menumbuhkan karakter positif, kesiapan belajar, dan budaya sekolah yang aman, nyaman, serta ramah anak.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, SD Negeri 14 Sungai Kunyit menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mempawah untuk memberikan edukasi tentang pencegahan dan penanggulangan kebakaran.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Bidang Humas sekolah sebagai bentuk penguatan pendidikan karakter sekaligus penanaman budaya sadar bencana sejak usia dini.
Guru yang menginisiasi kegiatan tersebut, Sri Izzawati, menjelaskan bahwa edukasi kebencanaan diberikan agar peserta didik memahami penyebab kebakaran, langkah-langkah pencegahan, serta tindakan yang harus dilakukan saat menghadapi keadaan darurat.
Selain itu, kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kepedulian, dan kesiapsiagaan dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala SD Negeri 14 Sungai Kunyit, Fathur Rahman, mengapresiasi inisiatif para guru yang menghadirkan pembelajaran kontekstual melalui kolaborasi dengan berbagai instansi.
“MPLS bukan sekadar mengenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik, tetapi juga menjadi momentum membangun karakter sejak hari pertama mereka berada di sekolah. Edukasi mitigasi bencana seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan budaya kesiapsiagaan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap keselamatan diri maupun orang lain,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa seluruh peserta didik, baik murid baru maupun murid lama, mengikuti kegiatan MPLS dengan materi yang disesuaikan dengan jenjang dan tahap perkembangan masing-masing.
Sejak hari pertama, para murid disambut hangat oleh kepala sekolah, dewan guru, tenaga kependidikan, serta kakak-kakak kelas melalui berbagai aktivitas yang edukatif, menyenangkan, dan mampu membangun rasa percaya diri.
Ketua Panitia MPLS, Kamariah, mengatakan bahwa kegiatan MPLS merupakan momentum strategis untuk menanamkan karakter positif kepada peserta didik sejak awal tahun pelajaran.
“Selama lima hari pelaksanaan, murid mengikuti berbagai kegiatan, di antaranya pengenalan lingkungan sekolah, pembiasaan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH), senam pagi, budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun), serta edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” jelasnya.
Pada hari keempat, sekolah juga bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Mempawah untuk memberikan penyuluhan mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya.
Melalui kegiatan tersebut, peserta didik dibekali pemahaman mengenai bahaya narkoba, pentingnya menjaga kesehatan, serta komitmen mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan bebas narkoba.
Dalam kegiatan penutupan MPLS, hadir Desvan Erdanustie, Kepala Bidang Kebakaran BPBD Mempawah. Ia mengapresiasi komitmen SD Negeri 14 Sungai Kunyit dalam menghadirkan pendidikan mitigasi bencana kepada peserta didik sejak dini.
Menurutnya, sinergi antara BPBD dan sekolah merupakan langkah nyata dalam membangun budaya sadar bencana melalui edukasi, simulasi, serta pendampingan secara berkelanjutan menuju terwujudnya ‘Sekolah Aman Bencana’.
Bersama tim pemadam kebakaran, BPBD memperkenalkan tugas dan fungsi lembaga, berbagai jenis peralatan pemadam kebakaran, serta memberikan simulasi sederhana mengenai upaya pencegahan dan penanganan kebakaran kepada seluruh peserta didik.
Suasana penutupan MPLS semakin semarak ketika tim BPBD mengakhiri kegiatan dengan menyemprotkan air menggunakan mobil pemadam kebakaran.
Momen tersebut disambut sorak gembira para murid yang bermain air bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas berakhirnya rangkaian MPLS.
Antusiasme peserta didik juga terlihat saat mereka mendapat kesempatan melihat dari dekat bahkan menaiki mobil pemadam kebakaran, menjadikan penutupan MPLS tahun ini tidak hanya edukatif, tetapi juga penuh keceriaan dan meninggalkan pengalaman berkesan bagi seluruh warga sekolah.
Penulis: Tim Liputan
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






