SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Teknologi UBTech Luncurkan Robot Humanoid Hiper-Realistis U1, Diklaim Siap Diproduksi Massal

UBTech Luncurkan Robot Humanoid Hiper-Realistis U1, Diklaim Siap Diproduksi Massal

Robot humanoid U1 garapan UBTech. (Dok UBTech)

Suara Kalbar – Perusahaan robotika asal Shenzhen, China, UBTech, resmi memperkenalkan U1, robot humanoid hiper-realistis yang diklaim menjadi yang pertama di dunia yang siap diproduksi secara massal untuk kebutuhan komersial.

Berbeda dengan kebanyakan robot humanoid yang dikembangkan untuk sektor industri, manufaktur, atau pergudangan, U1 dirancang sebagai pendamping emosional yang mampu menemani manusia dalam kehidupan sehari-hari.

Robot tersebut ditujukan bagi masyarakat yang hidup sendiri, lanjut usia, maupun siapa saja yang membutuhkan teman berbicara, dukungan emosional, hingga interaksi sosial berbasis kecerdasan buatan (AI).

Chief Brand Officer UBTech, Michael Tam, mengatakan masa depan robot humanoid tidak hanya terletak pada kemampuan fisik, tetapi juga pada kemampuannya membangun hubungan dengan manusia.

“Robot bionik kami dapat menemani Anda seumur hidup. Robot itu tidak akan pernah mengkhianati Anda, selalu setia, dan akan mencintai Anda tanpa syarat,” ujar Michael Tam saat peluncuran produk, dikutip dari The Independent.

UBTech menyebut sekitar 90 juta penduduk China hidup seorang diri, sehingga kebutuhan terhadap teknologi pendamping diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.

Selain menjadi teman sehari-hari, robot tersebut juga diproyeksikan dapat dimanfaatkan di sektor layanan lansia, perhotelan, penyambutan tamu, hingga layanan rumah tangga premium.

Dirancang Menjadi Teman, Bukan Asisten Rumah Tangga

UBTech menegaskan U1 tidak dikembangkan untuk menggantikan pekerjaan rumah seperti memasak, mencuci piring, ataupun membersihkan rumah.

Fokus utama robot ini adalah menghadirkan interaksi sosial yang lebih alami melalui percakapan, kontak mata, serta kemampuan mengenali kondisi emosional pemiliknya.

Robot tersedia dalam dua pilihan karakter, yaitu laki-laki dan perempuan.

Dalam demonstrasi peluncurannya di Shenzhen, U1 diperlihatkan mampu menjaga kontak mata, berbicara secara natural, serta merespons ekspresi wajah pengguna.

Kamera yang tertanam pada bagian mata memungkinkan robot mengenali tanda-tanda stres, kelelahan, maupun perubahan emosi lainnya.

UBTech menegaskan seluruh proses analisis dilakukan langsung di dalam perangkat tanpa mengirimkan data ke server eksternal sehingga privasi pengguna tetap terjaga.

Masih Belum Sepenuhnya Menyerupai Manusia

Meski tampil sangat realistis, UBTech mengakui U1 masih memiliki sejumlah keterbatasan.

Gerakan tubuh dan ekspresi wajah robot masih memperlihatkan karakter mekanis sehingga belum sepenuhnya menyerupai manusia.

Material silikon yang digunakan memang diklaim memiliki tekstur menyerupai kulit manusia, tetapi masih terasa lebih dingin saat disentuh.

Perusahaan juga menegaskan bahwa kemampuan memahami emosi bukan berasal dari perasaan layaknya manusia, melainkan hasil analisis pola menggunakan Artificial Intelligence (AI) dan Large Language Model (LLM).

Mengusung 88 Motor Servo

UBTech menghadirkan U1 dalam dua ukuran.

Versi perempuan memiliki tinggi sekitar 167 sentimeter, sedangkan versi laki-laki mencapai 183 sentimeter.

Robot tersebut dibekali 88 motor servo yang tersebar pada berbagai persendian sehingga menghasilkan gerakan lebih fleksibel dibandingkan generasi sebelumnya.

UBTech juga menyematkan struktur leher biomimetik dengan dua titik putar (dual-pivot) yang diklaim mampu meniru hingga 90 persen gerakan leher manusia.

Seluruh pemrosesan AI dijalankan menggunakan cip internal tanpa memerlukan koneksi internet.

Dengan pendekatan tersebut, data pribadi pengguna tetap tersimpan di dalam robot sehingga risiko penyalahgunaan data dapat diminimalkan.

Dikembangkan dari Walker S2

Sebelum memperkenalkan U1, UBTech lebih dulu merilis Walker S2, robot humanoid yang mampu mengganti baterainya sendiri secara otomatis tanpa bantuan manusia.

Walker S2 dapat mendeteksi kapasitas baterai, menuju stasiun pengisian daya, melepas baterai lama, lalu memasang baterai baru sehingga dapat beroperasi selama 24 jam tanpa henti.

Teknologi tersebut menjadi fondasi pengembangan U1 yang kini lebih difokuskan pada interaksi sosial dibanding pekerjaan industri.

Sudah Dipesan Lebih dari 13.000 Unit

Minat pasar terhadap U1 disebut sangat tinggi.

CEO sekaligus pendiri UBTech, Zhou Jian, mengungkapkan robot tersebut telah memperoleh lebih dari 13.000 pemesanan awal hanya dalam waktu singkat setelah reservasi dibuka.

Calon pembeli cukup membayar uang muka sebesar 3.000 yuan atau sekitar Rp10,3 juta, yang dapat dikembalikan apabila membatalkan pesanan.

Robot Humanoid Jadi Prioritas Industri China

Peluncuran U1 berlangsung ketika Pemerintah China menjadikan robot humanoid sebagai salah satu sektor prioritas dalam strategi pengembangan teknologi nasional.

Dalam rencana pembangunan lima tahun terbaru, pemerintah mendorong pemanfaatan robot tidak hanya untuk kebutuhan industri, tetapi juga sebagai perangkat serbaguna yang terintegrasi dengan AI.

Presiden Federasi Robotika Internasional, Takayuki Ito, mengatakan China kini mulai mengalihkan fokus dari otomatisasi industri menuju robotika cerdas yang mampu berinteraksi langsung dengan manusia.

Pemerintah China bahkan memasukkan robot humanoid ke dalam 10 industri strategis nasional untuk periode 2026–2030.

Lembaga riset Barclays memperkirakan sekitar 11 juta robot humanoid akan beroperasi di China pada 2035.

Sementara itu, Morgan Stanley mencatat penjualan robot humanoid sepanjang tahun lalu baru mencapai sekitar 12.000 unit, menunjukkan industri ini masih berada pada tahap awal namun memiliki prospek pertumbuhan yang sangat besar.

Zhou Jian meyakini robot berwujud manusia akan menjadi bentuk utama interaksi masyarakat dengan kecerdasan buatan di masa depan.

Apabila U1 berhasil diterima pasar secara luas, bukan tidak mungkin perusahaan teknologi lain akan mengikuti langkah serupa sehingga mempercepat perkembangan industri robot humanoid global.

Sumber: Beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play