Hari Pertama Sekolah, Para Ayah di Pontianak Hadir Dampingi Anak
Pontianak (Suara Kalbar) – Hari pertama masuk sekolah, Senin (13/6/2026) menjadi momen penting bagi anak, orang tua dan sekolah. Di Kota Pontianak, kehadiran orang tua, khususnya ayah, tampak mewarnai pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS bagi peserta didik baru.
Momen tersebut juga dirasakan Indra, salah satu orang tua siswa kelas 1 SDN 05 Pontianak. Di tengah kesibukannya bekerja sebagai sopir, ia menyempatkan diri mengantar anaknya pada hari pertama sekolah.
“Senang sih bisa. Karena biasanya saya sibuk, kurang sempat mengantar anak sekolah. Cuma di momen ini alhamdulillah bisa disempatkan,” ujarnya.
Indra menyebut anaknya sangat antusias menghadapi hari pertama sekolah. Sejak pagi, anaknya sudah bangun lebih awal dan tampak bersemangat memasuki lingkungan baru.
“Anak saya bahagia sekali, senang. Bangun pun awal, semangat di hari pertama sekolah,” katanya.
Hal serupa juga dilakukan Efprizan, orang tua dari Abi yang baru masuk kelas 7 SMPN 1 Pontianak. Ia dan istrinya berbagi tugas mengantar anak karena ada beberapa anak yang sama-sama memulai aktivitas sekolah.
“Yang satu baru masuk TK, itu istri yang mengantar. Yang ini, Abi, baru masuk SMP, saya yang mengantar. Jadi berbagi lah,” imbuhnya.
Menurutnya, gerakan ayah mengantar anak menjadi pengingat bahwa peran ayah tidak hanya sebatas mencari nafkah, tetapi juga perlu hadir dalam momen penting tumbuh kembang anak. Ia mengaku tidak merasa terbebani karena waktu kerjanya cukup fleksibel. Baginya, mengantar anak ke sekolah menjadi bagian dari cara membangun kedekatan dan memberi dukungan emosional kepada anak.
“Kalau saya kebetulan fleksibel waktunya, jadi tidak masalah untuk mengantar anak. Karena setiap hari juga saya mengantar anak,” ungkapnya.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, kehadiran ayah pada hari pertama sekolah merupakan bagian dari kehadiran dalam pengasuhan. Mereka didorong untuk mengantar anak, terutama peserta didik baru kelas 1 SD dan SMP.
“Hari ini bukan hanya imbauan, tapi juga bagian dari kehadiran ayah dalam pengasuhan,” tuturnya.
Menurut Edi, kehadiran orang tua penting agar mereka dapat melihat langsung lingkungan belajar anak. Mulai dari ruang kelas, fasilitas sekolah, suasana belajar, hingga kondisi lingkungan pendidikan.
“Orang tua bisa melihat langsung lingkungan sekolah, kondisi kelasnya seperti apa, fasilitasnya seperti apa, dan suasana belajarnya seperti apa,” katanya.
Ia berharap kehadiran orang tua dapat memperkuat sinergi antara keluarga dan sekolah. Dengan begitu, proses belajar anak tidak hanya menjadi tanggung jawab guru, tetapi juga mendapat dukungan dari rumah.
“Harapan kita ada sinergisitas dan kolaborasi dalam proses belajar mengajar,” jelasnya.
Dari pantauan hari pertama sekolah, Edi menyebut hampir seluruh orang tua mengantar langsung anak-anak mereka ke sekolah. Hal ini dinilai menjadi awal yang baik untuk membangun kedekatan antara orang tua, anak, dan satuan pendidikan.
“Sudah disampaikan kepada orang tua murid semuanya. Hari ini hampir 100 persen orang tua murid mengantar anak langsung ke sekolah,” ungkapnya.
Kepala SDN 05 Kecamatan Pontianak Kota, Titi Falah menyebut para orang tua menyambut baik ajakan mengantar anak sekolah. Sejak pagi, sekolah ramai oleh kehadiran orang tua yang mengantar anak, termasuk para ayah yang menyempatkan diri hadir sebelum bekerja.
“Alhamdulillah, mereka menanggapi baik. Mereka mau bekerja sama dengan sekolah. Tadi pagi ramai yang mengantar, termasuk papa. Walaupun bekerja, mereka tetap siap mengantar,” ucapnya.
Titi menjelaskan, MPLS dilaksanakan selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat. Kegiatan diisi dengan pagi ceria, permainan, edukasi ringan, hingga unjuk minat dan bakat peserta didik.
“MPLS dilaksanakan lima hari. Pagi-pagi mereka ada kegiatan pagi ceria, permainan, dan edukasi juga. Hari Jumat ada unjuk minat bakat,” tutupnya.
Penulis: Tim Liputan
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






