SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Kalbar Kalbar Borong Tiga Penghargaan Anugerah Adinata Syariah 2026, Juara Nasional Kategori Wakaf

Kalbar Borong Tiga Penghargaan Anugerah Adinata Syariah 2026, Juara Nasional Kategori Wakaf

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional dengan memborong tiga penghargaan bergengsi pada ajang Anugerah Adinata Syariah 2026 yang digelar di Jakarta, Senin (6/7/2026) malam.

Jakarta (Suara Kalbar)  – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional dengan memborong tiga penghargaan bergengsi pada ajang Anugerah Adinata Syariah 2026 yang digelar di Jakarta, Senin (6/7/2026) malam.

Tiga penghargaan tersebut diterima langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah.

Adapun penghargaan yang diraih Kalimantan Barat meliputi Peringkat 1 Nasional Kategori Wakaf, Peringkat 5 Nasional Kategori Ekonomi Pesantren, serta penghargaan khusus The New Emerging Sharia Economic Region.

“Alhamdulillah, pada Anugerah Adinata Syariah 2026 ini Kalimantan Barat berhasil meraih tiga penghargaan. Pertama, Peringkat 1 Nasional Kategori Wakaf atas dedikasi dan inovasi dalam pengelolaan serta pemberdayaan wakaf produktif yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Kedua, Peringkat 5 Nasional Kategori Ekonomi Pesantren atas keberhasilan mendorong kemandirian ekonomi pesantren melalui program inkubasi bisnis dan pemberdayaan santri. Ketiga, penghargaan khusus The New Emerging Sharia Economic Region sebagai apresiasi atas kemajuan pesat dan potensi strategis Kalimantan Barat sebagai kawasan ekonomi syariah baru di Indonesia,” ujar Ria Norsan usai menerima penghargaan.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, perbankan syariah, lembaga wakaf, serta komunitas pesantren yang selama ini bersama-sama membangun ekosistem ekonomi syariah di Kalimantan Barat.

“Prestasi ini bukan sekadar penghargaan, tetapi menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus mengakselerasi ekonomi syariah sebagai salah satu pilar ekonomi kerakyatan. Ke depan, kita akan terus mengintegrasikan pengembangan wakaf produktif dan ekonomi pesantren agar menjadi motor penggerak ekonomi yang inklusif, mandiri, dan berkelanjutan di Kalimantan Barat,” katanya.

Ria Norsan menjelaskan, Anugerah Adinata Syariah merupakan penghargaan yang diberikan kepada pemerintah daerah maupun instansi yang dinilai memiliki kontribusi nyata dalam memajukan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

Ia menilai penghargaan The New Emerging Sharia Economic Region semakin mengukuhkan posisi Kalimantan Barat sebagai salah satu daerah yang mulai diperhitungkan dalam pengembangan ekonomi syariah nasional.

“Capaian ini kami harapkan menjadi penyemangat bagi seluruh masyarakat Kalimantan Barat untuk terus memperkuat implementasi nilai-nilai ekonomi syariah, baik dalam kehidupan sehari-hari, dunia usaha, maupun tata kelola pemerintahan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah, Sholahudin Al Aiyub, menegaskan bahwa KNEKS berperan sebagai orkestrator utama dalam mempercepat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

“Fitrah KNEKS adalah sebagai orkestrator untuk mengakselerasi ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Anugerah Adinata Syariah bukan sekadar seremoni penghargaan, melainkan instrumen strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku industri, akademisi, lembaga keuangan, dan media dinilai menjadi fondasi penting dalam meningkatkan literasi serta inklusi keuangan syariah.

Menurut Al Aiyub, ekosistem ekonomi syariah Indonesia kini berkembang semakin komprehensif, mencakup sektor keuangan syariah, keuangan sosial seperti zakat dan wakaf, industri halal, hingga berbagai sektor bisnis berbasis syariah.

“Anugerah Adinata Syariah 2026 diharapkan mampu memotivasi seluruh pemerintah provinsi untuk terus berinovasi dalam mengoptimalkan potensi ekonomi syariah di daerah masing-masing,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Presiden RI ke-13 sekaligus Ketua Dewan Syariah Nasional, Ma’ruf Amin, menegaskan bahwa pembangunan ekonomi syariah tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga harus menghadirkan pemerataan dan kemaslahatan bagi masyarakat.

“Pembangunan ekonomi syariah tidak boleh hanya mengejar pertumbuhan (growth), tetapi harus mengutamakan pemerataan (equity) dan kemaslahatan bagi masyarakat luas,” tegasnya.

Ma’ruf Amin menambahkan, keberhasilan ekonomi syariah tidak cukup diukur dari besarnya aset maupun tingginya pertumbuhan, tetapi juga sejauh mana mampu mengurangi kemiskinan, memperluas kesempatan kerja, memberdayakan UMKM, memperkuat industri halal, serta mewujudkan kesejahteraan yang berkeadilan.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap kebijakan pemerintah harus senantiasa berpihak pada kepentingan masyarakat.

“Kebijakan pemimpin terhadap rakyatnya harus senantiasa berorientasi pada kemaslahatan (al-maslahah),” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan ekonomi syariah merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen bangsa, mulai dari pemerintah, regulator, pelaku usaha, akademisi, lembaga keuangan, hingga masyarakat.

Acara puncak Anugerah Adinata Syariah 2026 turut dihadiri Muhammad Tito Karnavian, Maman Abdurrahman, perwakilan Menteri Koperasi Republik Indonesia, serta para kepala daerah penerima penghargaan Anugerah Adinata Syariah 2026

Penulis: Adpim

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play