SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Otomotif Ferrari Rp 6 Miliar Dirusak Empat Bocah saat Liburan, Pemilik Gugat Orang Tua Minta Ganti Rugi Rp 66 Juta

Ferrari Rp 6 Miliar Dirusak Empat Bocah saat Liburan, Pemilik Gugat Orang Tua Minta Ganti Rugi Rp 66 Juta

Pemilik Ferrari di Tiongkok menggugat orang tua empat anak senilai Rp 66 juta setelah mobilnya rusak akibat dipanjat dan digores anak-anak tersebut saat liburan. (Carscoops/DOK)

Suara Kalbar – Libur panjang yang membuat anak-anak lebih banyak beraktivitas di luar rumah dapat memunculkan berbagai risiko apabila tidak disertai pengawasan orang tua. Hal itu tercermin dari peristiwa yang terjadi di Kota Kunming, Provinsi Yunnan, Tiongkok, ketika empat anak merusak sebuah mobil sport Ferrari hingga menimbulkan kerugian puluhan juta rupiah.

Insiden tersebut melibatkan empat bocah berusia di bawah 10 tahun yang bermain di sekitar sebuah Ferrari 488 GTB berwarna merah yang terparkir di area terbuka. Rasa penasaran terhadap mobil sport mewah itu membuat mereka memanjat kendaraan, bermain di atas bodi mobil, hingga menyebabkan sejumlah kerusakan.

Aksi keempat anak itu terekam kamera pengawas (CCTV) dan kemudian menyebar luas di media sosial. Dalam rekaman terlihat mereka duduk di bagian depan mobil, merangkak di atas atap, meluncur di kaca belakang yang memperlihatkan mesin V8, bahkan menggunakan batang bambu untuk menusuk bodi kendaraan, sebagaimana dilaporkan Carscoops, Jumat (3/7/2026).

Saat kembali dari perjalanan bisnis, pemilik Ferrari mendapati mobil kesayangannya mengalami kerusakan di sejumlah bagian. Goresan dan baret ditemukan pada kap mesin, atap, spakbor, lampu belakang, kaca, hingga bemper depan yang mengalami retak.

Menurut pemilik kendaraan, Ferrari tersebut sebelumnya selalu dirawat dengan baik dan belum pernah mengalami kerusakan pada bagian eksterior.

Alih-alih langsung membawa mobil ke dealer resmi Ferrari yang diperkirakan memerlukan biaya perbaikan lebih dari 100.000 yuan atau sekitar Rp225 juta, ia memilih memperbaikinya di bengkel bodi lokal dengan menggunakan suku cadang aftermarket.

Langkah tersebut membuat estimasi biaya perbaikan turun menjadi 29.360 yuan atau sekitar Rp66 juta. Pemilik mobil menilai nominal itu sudah jauh lebih ringan dan berharap orang tua keempat anak bersedia bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi.

Namun, upaya penyelesaian secara kekeluargaan tidak membuahkan hasil. Berdasarkan laporan South China Morning Post, mediasi yang dilakukan sebanyak dua kali di kantor polisi tidak menghasilkan kesepakatan.

Orang tua keempat anak hanya bersedia memberikan kompensasi sebesar 5.000 yuan atau sekitar Rp11 juta. Selain itu, mereka juga disebut tidak meminta anak-anaknya menyampaikan permintaan maaf kepada pemilik kendaraan.

Merasa itikad baiknya tidak mendapatkan tanggapan yang memadai, pemilik Ferrari akhirnya mengajukan gugatan perdata untuk menuntut penggantian biaya perbaikan secara penuh.

Sesuai ketentuan hukum di Tiongkok, anak-anak yang berusia di bawah 14 tahun tidak dapat dikenai sanksi penahanan administratif. Karena itu, tanggung jawab hukum atas perbuatan mereka menjadi kewajiban orang tua atau wali yang sah.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa pengawasan terhadap anak selama masa liburan tetap penting dilakukan. Selain demi keselamatan mereka, pengawasan juga dapat mencegah kerugian terhadap pihak lain yang berujung pada sengketa hukum.

Sumber: Beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play