Tiang Penyangga Patah, Rumah di Tepian Sungai Kapuas Ambruk, Penghuni Selamat
Pontianak (Suara Kalbar) – Sebuah rumah yang berada di tepian Sungai Kapuas di Jalan Kom Yos Soedarso, Alpokat Indah 5, Komplek UKA, Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat, ambruk pada Senin (6/7/2026).
Peristiwa yang diduga dipicu patahnya tiang penyangga itu membuat warga sekitar panik dan bergegas melakukan evakuasi terhadap penghuni rumah.
Ketua RT setempat, Alwi Ismail, mengatakan dirinya langsung menuju lokasi begitu mengetahui rumah tersebut ambruk. Bersama warga sekitar, ia segera melakukan upaya penyelamatan terhadap penghuni yang masih berada di dalam rumah.
“Saya melihat kejadian itu, langsung membantu dan memanggil warga sekitar untuk melakukan evakuasi,” ujar Alwi, Senin (6/7/2026).
Menurutnya, proses evakuasi sempat mengalami kendala karena aliran listrik di sekitar lokasi masih menyala. Bahkan, seorang warga yang berusaha memberikan pertolongan pertama sempat tersengat listrik.

“Ada warga yang membantu evakuasi pertama tersengat listrik. Setelah itu kami berusaha mematikan kabel aliran listrik agar proses penyelamatan bisa dilakukan dengan aman,” ungkapnya.
Beruntung, berkat respons cepat warga, penghuni rumah berhasil dievakuasi dengan selamat. Mengetahui adanya peristiwa tersebut, Lurah Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat, bersama sejumlah relawan juga bergerak cepat menuju lokasi untuk memastikan kondisi korban dalam keadaan aman.
Pemilik rumah, Ani (56), mengaku tidak menyangka rumah yang telah lama ditempatinya mendadak ambruk. Saat kejadian, ia berada seorang diri di dalam rumah dan tidak sempat menyelamatkan barang-barang miliknya.
“Saya berada di dalam rumah saat kejadian. Semuanya terjadi begitu cepat, saya tidak bisa berbuat apa-apa,” tuturnya.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, rumah mengalami kerusakan setelah ambruk di tepian Sungai Kapuas. Pantauan Suarakalbar.co.id di lapangan sejumlah warga masih melakukan evakuasi barang-barang milik korban serta korban saat ini diungsikan dirumah sementara milik warga.
Penulis: Diko Eno






