Terima Satgas Pamtas RI–Malaysia, Pangdam XII/Tpr: Jaga Merah Putih di Lengan Kananmu
Kubu Raya (Suara Kalbar) – Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, memimpin upacara penerimaan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI–Malaysia dari Batalyon Armed 13/Nanggala dan Batalyon Armed 19/Bogani di Aula Sudirman, Makodam XII/Tanjungpura, Kabupaten Kubu Raya, Minggu (28/6/2026).
Upacara tersebut menandai dimulainya penugasan kedua batalyon dalam mengamankan wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia di Kalimantan Barat, baik pada sektor barat maupun sektor timur, sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dalam amanatnya selaku Panglima Komando Tugas Pengamanan Wilayah Perbatasan (Pangkogaspamwiltas) Darat, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh personel Satgas Pamtas yang akan bertugas di wilayah perbatasan Kalimantan Barat.
Ia menegaskan bahwa tugas pengamanan perbatasan merupakan amanah sekaligus kehormatan besar yang diberikan negara kepada para prajurit TNI.
“Tugas operasi pengamanan perbatasan merupakan kepercayaan dan kehormatan yang diberikan negara. Oleh karena itu, simbol Bendera Merah Putih di lengan kanan harus senantiasa dijaga sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan negara agar terhindar dari segala bentuk pelanggaran atau tindakan tidak terpuji,” tegas Pangdam.
Menurutnya, tugas pokok Satgas Pamtas RI–Malaysia tidak hanya menjaga patok perbatasan, tetapi juga mencegah berbagai aktivitas ilegal seperti penyelundupan barang terlarang dan pelintas batas ilegal. Selain itu, prajurit juga diharapkan berperan aktif membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembinaan teritorial dan komunikasi sosial di wilayah perbatasan guna mendukung tugas pokok Kolakopsrem 121/Alambhana Wanawai.
Menghadapi berbagai potensi kerawanan di lapangan, Pangdam menginstruksikan seluruh personel untuk meningkatkan pengawasan di jalur-jalur tidak resmi atau jalur tikus, mengantisipasi aktivitas pelintas batas ilegal, serta memperkuat deteksi dini terhadap penyelundupan narkotika dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Ia juga mengungkapkan sejumlah tantangan yang masih dihadapi berdasarkan hasil evaluasi penugasan Satgas sebelumnya. Beberapa di antaranya meliputi keterbatasan alat deteksi narkotika, kondisi kendaraan dinas yang mulai mengalami kerusakan, hingga minimnya akses jaringan komunikasi, listrik, dan air bersih di sejumlah pos perbatasan.
Menyikapi kondisi tersebut, Pangdam memberikan sejumlah penekanan kepada seluruh prajurit agar segera memahami adat istiadat masyarakat setempat, memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, serta 8 Wajib TNI dalam setiap pelaksanaan tugas.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga keamanan personel maupun materiil selama menjalankan operasi, termasuk memastikan proses serah terima pos dilakukan secara maksimal agar pelaksanaan tugas di wilayah perbatasan berjalan lancar.
“Jaga keamanan personel maupun materiil yang kalian bawa, laksanakan serah terima pos dengan baik dan maksimal agar dalam melaksanakan tugas nanti tidak mengalami kendala yang berarti,” tutup Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito.
Penulis: Tim Liputan
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






