Pahami Fikih Muslimah, LDII Kalbar Hadirkan Ustadzah DPP Bahas Haid, Nifas, dan Istihadhoh di Mempawah
Mempawah (Suara Kalbar) – DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kalimantan Barat menghadirkan ustadzah dari DPP untuk memberikan pemahaman khususnya seputar materi haid, nifas dan Istihadhoh.
Kehadiran Ustadzah Diah Herawati dan Ustadzah Ety Yuniwati memberikan materi pengajian bagi ibu-ibu dan remaja putri yang digelar di Masjid Al Fatah Sungai Batang Kecamatan Sungai Pinyuh, Senin (29/6/2026).
Ketua DPW LDII Kalbar, Susanto mengatakan pengajian ini sebagai pembinaan khususnya para muslimah untuk memahami hukum-hukum seputar fikih haid, nifas dan Istihadhoh.
“Sebagai seorang wanita, mesti memahami hukum-hukum fikih yang berkaitan dengan haid, nifas, dan istihadhoh, mulai dari tata cara bersuci, pelaksanaan ibadah, hingga penyelesaian berbagai persoalan yang kerap ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Maka kehadiran kedua ustadzah itu tujuannya untuk memberikan pembekalan,” jelasnya.
Ditegaskan pembinaan fikih muslimah merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperkuat pemahaman agama di kalangan perempuan.
“Pemahaman mengenai haid, nifas, dan istihadhoh sangat penting karena berkaitan langsung dengan sah atau tidaknya ibadah. Melalui kegiatan ini kami berharap para wanita LDII memiliki pemahaman yang benar sehingga dapat menjalankan syariat dengan lebih yakin dan sesuai tuntunan Al-Qur’an dan As-Sunnah,” ujarnya.
Menurutnya, akan sangat berbeda jika hal tersebut disampaikan langsung oleh guru atau ustadzah yang memang secara keilmuan telah menguasai.
“Nuansa menjadi berbeda ketika disampaikan oleh para guru dan ustadzah yang dihadirkan dari DPP. Langkah ini menjadi wujud komitmen LDII dalam meningkatkan kualitas keislaman warganya,” jelas Susanto.
Sementara itu, ustadzah Diah Herawati menjelaskan persoalan haid, nifas, dan istihadhoh merupakan salah satu bab fikih yang membutuhkan ketelitian dalam memahami dalil maupun penerapannya.
“Hari ini kita bekali beberapa hukum dan langsung diterjemahkan baik yang bersumber Al Qur’an dan beberapa Al Hadist shoheh. Harapannya ibu-ibu atau remaja putri tidak ragu dalam menentukan hukum ibadah yang dijalankan,” ujarnya.
Sedangkan sesi pengajian ditutup dengan tausiyah oleh Ustadzah Ety Yuniwati yang juga menekankan pentingnya kedudukan dan peran wanita di dalam keluarga termasuk memberikan keteladanan.
“Peran sebagai seorang ibu dalam keluarga cukup besar sehingga pemahaman aspek fikih juga harus barengi dengan keteladan,” jelasnya.
Penulis: Tim Liputan
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






