SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda PLN Kalbar PLN Panen Perdana Bandeng Silvofishery di Kuala Satong, Dorong Ekonomi Warga dan Pelestarian Mangrove

PLN Panen Perdana Bandeng Silvofishery di Kuala Satong, Dorong Ekonomi Warga dan Pelestarian Mangrove

Nelayan Desa Kuala Satong memanen ikan bandeng hasil budidaya silvofishery di kawasan mangrove. Program yang didukung PLN melalui TJSL ini menjadi wujud sinergi antara pemberdayaan ekonomi masyarakat dan upaya pelestarian lingkungan pesisir secara berkelanjutan. SUARAKALBAR.CO.ID/PLN UID Kalbar

Ketapang (Suara Kalbar)– PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Ketapang kembali menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat pesisir. Kali ini, komitmen tersebut diwujudkan melalui panen perdana ikan bandeng hasil budidaya silvofishery di Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang, Jumat, 5 Juni 2026.

Kegiatan tersebut menjadi penanda awal keberhasilan program yang menggabungkan budidaya perikanan dengan upaya pelestarian hutan mangrove. Program ini dilaksanakan melalui kerja sama PLN dengan Mitra Pembangunan Ketapang (MPK), Pemerintah Kabupaten Ketapang, Pemerintah Desa Kuala Satong, kelompok nelayan, kelompok perempuan peduli mangrove, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Hadir dalam kegiatan itu Manager PLN UP3 Ketapang Yusrizal Ibrani, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Ketapang MF Yuliansyah, Direktur Mitra Pembangunan Ketapang Donatus Rantan, aparatur Desa Kuala Satong, Kelompok Nelayan Usaha Bersama Langit Biru, Kelompok Perempuan Peduli Mangrove, tokoh masyarakat, serta unsur terkait lainnya.

Program silvofishery yang dijalankan mengintegrasikan budidaya perikanan dengan pelestarian ekosistem mangrove sehingga mampu menciptakan manfaat ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir. Melalui pendekatan tersebut, masyarakat tidak hanya memperoleh sumber pendapatan baru, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga kawasan mangrove sebagai benteng alami yang melindungi wilayah pesisir dari abrasi dan dampak perubahan iklim.

Manager PLN UP3 Ketapang, Yusrizal Ibrani, menjelaskan bahwa panen perdana ini merupakan capaian penting dari proses pendampingan yang telah dilakukan PLN bersama masyarakat dalam beberapa bulan terakhir.

“Panen perdana ini menjadi indikator bahwa model budidaya silvofishery yang kami kembangkan bersama masyarakat dapat berjalan dengan baik. Selain menghasilkan komoditas perikanan yang bernilai ekonomi, program ini juga mendorong masyarakat untuk menjaga keberadaan mangrove sebagai bagian penting dari ekosistem pesisir. Kami melihat antusiasme dan partisipasi masyarakat yang sangat tinggi, mulai dari proses penanaman mangrove, pengelolaan tambak, hingga pemanenan. Ke depan, kami berharap produktivitas budidaya dapat terus meningkat sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi kelompok masyarakat penerima manfaat,” ujar Yusrizal.

Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Ketapang, MF. Yuliansyah, ST., MM., mengapresiasi sinergi yang dibangun PLN dalam mendukung pengembangan sektor perikanan berbasis konservasi.

“Program silvofishery di Desa Kuala Satong merupakan contoh praktik pembangunan berkelanjutan yang mampu mengharmoniskan kepentingan ekonomi dan lingkungan. Kami mengapresiasi PLN beserta seluruh pihak yang telah berkolaborasi sehingga masyarakat memperoleh manfaat ekonomi tanpa mengabaikan kelestarian kawasan mangrove yang menjadi aset penting daerah pesisir,” katanya.

Sementara itu, General Manager PLN UID Kalimantan Barat, Maria G.I. Gunawan, menegaskan bahwa program silvofishery merupakan bagian dari strategi TJSL PLN dalam menciptakan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang berkelanjutan sejalan dengan (Sustainable Development Goals/SDGs)

“PLN meyakini bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan menciptakan keseimbangan antara kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Program silvofishery di Kuala Satong menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi multipihak mampu menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat pesisir sekaligus memperkuat perlindungan ekosistem mangrove. Melalui TJSL, PLN terus berkomitmen menghadirkan program yang bersifat transformatif, mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, memperkuat ketahanan lingkungan, serta mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Barat,” ujar Maria.

Maria menambahkan Keberhasilan panen perdana ikan bandeng ini diharapkan menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus mengembangkan usaha perikanan ramah lingkungan yang terintegrasi dengan upaya konservasi mangrove. Selain meningkatkan pendapatan masyarakat, model silvofishery juga berpotensi menjadi contoh pengelolaan kawasan pesisir berkelanjutan yang dapat direplikasi di berbagai wilayah lainnya.

Sumber: PLN UID Kalbar

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play