Koreografer Muda dari 14 Daerah Tampilkan Karya Terbaik di Museum Kalbar
Pontianak (Suara Kalbar) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat melalui UPT Taman Budaya menggelar Parade Karya Sanggar-Sanggar dan Gelar Koreografer Muda Tahun 2026 yang berlangsung pada 5–7 Juni 2026 di kawasan Museum Provinsi Kalimantan Barat, Jalan Ahmad Yani, Pontianak.
Kegiatan yang mengusung tema “Nafas Tradisi dalam Kreasi Muda” tersebut menampilkan karya-karya terbaik koreografer muda dari 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat. Acara ini menjadi wadah bagi para pelaku seni untuk menampilkan kreativitas sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat.
Parade karya dan gelar koreografer muda ini diselenggarakan sebagai upaya memberikan ruang apresiasi dan publikasi bagi sanggar-sanggar seni di Kalimantan Barat. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan melestarikan serta mengembangkan seni budaya daerah, khususnya seni pertunjukan tari yang menjadi salah satu identitas budaya masyarakat Kalimantan Barat.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah berharap tercipta iklim yang kondusif bagi perkembangan seni budaya di Kalimantan Barat. Tidak hanya menjadi ajang pertunjukan, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong partisipasi generasi muda agar semakin aktif terlibat dalam pelestarian seni dan budaya daerah.
Ketua panitia, Huda Suwanda, mengatakan seluruh karya yang ditampilkan merupakan hasil seleksi dan verifikasi yang telah dilakukan sebelumnya terhadap peserta dari berbagai daerah di Kalimantan Barat.
“Kegiatan ini nanti akan menampilkan karya terbaik dari koreografer muda dari 14 kabupaten kota yang telah terlebih dahulu kita verifikasi. Kegiatan ini direncanakan dimulai hari ini dan berakhir pada Minggu tanggal 7 Juni. Jadi ada bermacam-macam kegiatan yang akan ditampilkan,” ujarnya, Jumat (6/6/2026).
Menurut Huda, salah satu tujuan utama pelaksanaan kegiatan tersebut adalah memberikan ruang pertunjukan bagi para pelaku seni untuk menunjukkan hasil karya dan kreativitas mereka kepada masyarakat luas.
“Yang pertama, ini sebagai showing bagi pekerja seni bahwa kawan-kawan bisa mengapresiasikan atau mempertunjukkan karya yang ada pada masing-masing sanggar. Itu membuktikan bahwa keberlangsungan budaya masih tetap eksis. Kita melihat antusias para pemuda untuk melestarikan seni dan budaya kita sangat baik,” katanya.
Ia menambahkan, keterlibatan generasi muda dari berbagai daerah menjadi indikator bahwa seni budaya tradisional masih memiliki daya tarik dan relevansi di tengah perkembangan zaman. Melalui sentuhan kreativitas para koreografer muda, unsur-unsur tradisi dapat terus diwariskan tanpa kehilangan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
Kegiatan Parade Karya Sanggar-Sanggar dan Gelar Koreografer Muda 2026 juga menjadi ajang silaturahmi antar pelaku seni dari n kabupaten dan kota di Kalimantan Barat. Selain menampilkan pertunjukan tari, kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengalaman, gagasan, dan inovasi dalam pengembangan seni pertunjukan berbasis budaya lokal.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, UPT Taman Budaya Kalimantan Barat berharap semangat pelestarian budaya dapat terus tumbuh di kalangan generasi muda. Melalui kolaborasi antara pemerintah, komunitas seni, dan masyarakat, kekayaan budaya Kalimantan Barat diharapkan tetap hidup, berkembang, dan dikenal lebih luas oleh generasi mendatang.
Penulis: Fajar Bahari





