Kesalahan Penilaian Juri LCC P4 MPR RI, SMAN 1 Pontianak Tuai Dukungan Secara Proporsional.
Pontianak (Suara Kalbar) – Pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) P4 yang diselenggarakan Sekretariat Jenderal MPR RI menuai sorotan kritis. Hal ini menyusul adanya insiden dugaan kesalahan penilaian yang dinilai merugikan tim peserta dari SMA Negeri 1 Pontianak.
Kritik tajam salah satunya datang dari Drs. H. Jipridin, M.Si., yang menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat dan Ketua MUI Provinsi Kalimantan Barat, Bidang Hukum & Perundang-undangan. Melalui sebuah pernyataan video, ia menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa tersebut.
“Saya sebagai warga Kalimantan Barat, merasa ikut prihatin terhadap peristiwa itu bisa terjadi. Hanya gara-gara persoalan artikulasi dan kesalahan dalam memberikan skor penilaian terhadap yang seharusnya mendapatkan haknya, tetapi gagal mendapatkan haknya,” ujar Drs. H. Jipridin, M.Si.
Menurutnya, insiden teknis dan kelalaian semacam ini telah menimbulkan kesedihan dan kegalauan yang mendalam bagi anak-anak yang turut berlomba, khususnya perwakilan siswa dari SMA Negeri 1 Pontianak. Ia menegaskan bahwa kejadian serupa semestinya tidak boleh terulang kembali di masa mendatang.
Jipridin juga memberikan pesan tegas kepada pihak penyelenggara dan dewan juri yang memiliki relasi kuasa dalam mengelola LCC P4 tersebut. Ia mendesak agar panitia mempersiapkan kompetisi dengan lebih matang, baik dari segi mental maupun sikap profesional.
“Sikap elegan yang mesti kita tampilkan adalah, mari bapak-bapak dan ibu-ibu yang diberikan relasi kuasa dalam mengelola P4 itu hendaknya harus mempersiapkan lebih matang, baik mental maupun sikap-sikap profesional,” tegasnya.
Melalui pernyataannya, ia menaruh harapan besar agar penyelesaian masalah ini dapat dilakukan secara adil dan transparan tanpa merugikan pihak SMA Negeri 1 Pontianak.
“Kepada bapak-bapak yang diberikan kewenangan, terutama dalam bidang pendidikan, hendaknya bersikap arif, bersikap bijak di dalam memberikan evaluasi terhadap peristiwa yang terjadi itu,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Jipridin menekankan bahwa evaluasi yang bijak sangat diperlukan agar insiden ini tidak menimbulkan kerugian ganda bagi peserta, baik kerugian secara psikis maupun hilangnya kesempatan bagi para siswa untuk mendapatkan tiket berlomba di tingkat nasional.
Penulis: Tim Liputan
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS





