SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Melawi Hanya ABR yang Mendaftar, Bursa Ketua KONI Melawi Sepi Peminat, Warga Soroti Minimnya Kompetisi

Hanya ABR yang Mendaftar, Bursa Ketua KONI Melawi Sepi Peminat, Warga Soroti Minimnya Kompetisi

Logo KONI. SUARAKALBAR.CO.ID/Istimewa

Melawi ( Suara Kalbar) – Bursa pencalonan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Melawi periode 2026-2030 terbilang sepi peminat.

Hingga resmi ditutupnya masa pengambilan formulir pendaftaran pada 11 Mei 2026, hanya satu nama yang tercatat mendaftarkan diri, yakni Abang Baharudin (ABR) yang merupakan sang Incumbent.

Minimnya jumlah kandidat yang maju dalam kontestasi olahraga tingkat kabupaten ini menjadi perhatian sejumlah kalangan, termasuk masyarakat dan insan olahraga yang berharap adanya persaingan sehat demi melahirkan gagasan-gagasan baru bagi kemajuan dunia olahraga di Kabupaten Melawi.

Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) Bakal Calon Ketua Umum KONI Melawi, Adang Wahyudi, membenarkan bahwa hingga batas akhir pendaftaran hanya terdapat satu bakal calon yang mengambil formulir dan menyatakan kesiapannya maju.

“Iya betul, hanya ada satu calon saja yang mendaftarkan diri, yakni Abang Baharudin (ABR),” beber Adang Wahyudi saat dikonfirmasi, Rabu (13/5/2026).

Dengan berakhirnya masa pengambilan formulir, panitia kini memasuki tahapan berikutnya, yakni proses pengembalian berkas pendaftaran dan verifikasi kelengkapan administrasi calon.

“Yang sudah ambil berkas pendaftaran (ABR, red) wajib melakukan pengembalian berkas dengan melengkapi persyaratan dukungan dari pengurus cabang olahraga yang masih aktif SK kepengurusannya,” ungkap Adang.

Menurutnya, seluruh proses akan tetap berjalan sesuai mekanisme organisasi yang telah ditetapkan dalam tahapan Musorkab VI KONI Kabupaten Melawi.

Fenomena sepinya peminat dalam bursa Ketua KONI Melawi turut menjadi sorotan warga. Sejumlah masyarakat menilai minimnya kandidat mencerminkan masih terbatasnya figur yang siap tampil membawa perubahan bagi dunia olahraga daerah.

Akbar Ramadhan, salah seorang warga Nanga Pinoh, mengaku cukup menyayangkan hanya muncul satu kandidat.

“Kalau hanya satu calon tentu dinamika pemilihannya kurang terasa. Padahal kompetisi gagasan itu penting agar olahraga Melawi punya banyak pilihan arah pembangunan ke depan,” ujarnya kepada Suara Kalbar.

Hal senada disampaikan Resaludin, pegiat olahraga lokal yang berharap kepengurusan KONI mendatang lebih fokus pada pembinaan atlet usia dini.

“Yang masyarakat harapkan bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tapi ada terobosan nyata. Atlet-atlet muda kita banyak potensi, tinggal bagaimana pembinaan dan fasilitasnya diperkuat,” katanya.

Warga juga berharap Pemerintah Kabupaten Melawi dapat memberikan dukungan lebih besar terhadap kemajuan olahraga daerah, baik melalui peningkatan anggaran pembinaan, penyediaan sarana prasarana olahraga yang representatif, hingga perhatian terhadap kesejahteraan atlet berprestasi.

Menurut mereka, kemajuan olahraga bukan hanya tanggung jawab KONI semata, tetapi membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah daerah, cabang olahraga, pelatih, atlet, hingga seluruh elemen masyarakat.

Dengan hanya satu nama yang tersisa dalam bursa pencalonan, perhatian kini tertuju pada proses verifikasi berkas serta visi yang akan dibawa calon tunggal untuk menentukan masa depan olahraga Kabupaten Melawi empat tahun ke depan.

Penulis : Dea Kusumah Wardhana

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play