Wakil Bupati Sintang Pimpin Langsung Operasi Pasar Desa Perbatasan
![]() |
| Wakil Bupati Sintang, Askiman langsung memimpin operasi pasar di desa perbatasan Ketungau Tengah dan Ketungau Hulu yang didampingi Tim Gugus Tugas Pemantau Dampak Covid-19 Kabupaten Sintang yang melanda di daerah Kabupaten Sintang, Minggu (19/4/2020). |
Sintang (Suara Kalbar)- Wakil Bupati Sintang, Drs Askiman MM memimpin lansung operasi pasar ke desa perbatasan Ketungau Tengah dan Ketungau Hulu sekaligus di dampingi Tim Gugus Tugas Pemantau Dampak Covid -19 Kabupaten Sintang yang sedang melanda di daerah Kabupaten Sintang pada Minggu (19/4/2020).
Adapun tim yang gugus tugas pemantau Covid 19 yang ikut dalam rombogan terdiri dari Forkopimda serta Unsur Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Sintang.
Iringan Rombongan mobil bertolak dari Kabupaten Sintang menuju desa desa di perbatasan di sambut dengan penyemprotan disinfektan sebelum masuk ke desa yang akan menjadi sasaran Operasi Pasar murah dari Dinas Perindustrian,Perdagangan,Koperasi,dan Usah Kecil Menengah Kabupaten Sintang.
Guna meninjau harga bahan pokok yang ada di daerah perbatasan sekaligus melakukan Operasi Pasar murah Bagi masyarakat di desa – desa yang berbatasan lengsung dengan negara malaysia tersebut,
Sasaran Operasi pasar di mulai pada Kamis (16/4/2020) berjumlah 3 desa yakni Desa Sungai Seria, Desa Entelik, dan Desa Muakan, Kecamatan Ketungau Hulu, ketiga desa tersebut masing di lakukan operasi pasar dengan harga sembako yang menyesuaikan dengan harga subsidi dan masing- masing.
Ketiga desa tersebut mendapat 100 kilogram persatu komoditi dari bahan pokok, seperti gula pasir, bawang merah dan bawang putih, minyak goreng, serta telur ayam, masing – masing komoditi bahan pokok dijual dengan harga murah, seperti gula pasir yang harga sekarang mencapai Rp 25 ribu perkilogram.
Namun dengan Operasi pasar dijual harga Rp 15 000 perkilogram, bawang merah dan bawang putih harga di pasaran Rp 70 ribu perkilogram, namun dalam operasi pasar dijual dengan harga Rp 30 ribu perkilogramnya telur ayam dijual dengan dengan harga Rp 1.300 perbutir, serta minyak goreng kemasan di jual dengan harga Rp 15 ribu perkemasan serta barang kebutuhan pokok lain dengan harga yang bevariasi.
“Mengingat kondisi ekonomi saat ini sangat terpuruk di semua sektor akibat wabah Virus Covid- 19 yang sedang melanda terutama sembako sembilan bahan pokok,” ujar Wakil Bupati Askiman
Dia menjelaskan, Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang dalam hal ni melakukan Operasi Pasar ke sejumlah desa yang ada di pembatasan yakni desa desa yang ada di Kecamatan Senaning, dan Ketungau Hulu.
Kemudian dilanjutkan pada 17April 2020 rombongan Wakil Bupati serta Tim Gugus Tugas Penanganan Dampak Covid-19 melanjutkan operasi pasar ke beberapa desa yang berdekatan dengan perbatasan Malaysia ada 7 desa yang menjadi sasaran operasi pasar di hari kedua, juga masing – masing desa mendapatkan 100 kilogram barang perkomoditi.
Jadi total desa yang menjadi sasaran operasi pasar di Kecamatan Ketungau Hulu sebanyak 10 desa, total sembako untuk operasi pasar murah di Kecamatan Senaning Ketungau Hulu mencapai 4 ton.
“Pemerintah perlu melihat daerah pembatasan apa yang mengakibatkan harga – harga sembako melonjak begitu pesat, sehingga pemerintah daerah peduli dan perlu meninjau kelapagan guna mengetahui harga barang sembako yang langka, serta melihat stok barang kebutuhan pokok yang ada,” katanya.
Menurut Wakil Bupati Sintang, Askiman, Desa Sungai Seria ini tidak mengalami guncangan yang kuat karena desa ini masih berdekatan dengan Kecamatan Balai Kerangan Kabupaten Sangau.
“Tetapi kita tetap mengantisipasi stok barang sembilan bahan pokok untuk daerah perbatasan ini,kita akan atur pendistribusian sembako yang akan di ambil dari Kabupaten Sintang untuk kita menjaga jangan sampai ada penimbunan oleh pedagang atau tengkulak di masa sulit begini,” jelasnya.
Askiman mengatakan selain melakukan operasi pasar murah, pihaknya juga ingin mensosialisasikan terkait kasus Covid-19 yang sedang melanda sekarang ini.
“Penting bagi kita datang kesini melihat sejauh mana ketakutan juga kepanikan masyarakat atas Virus Corona ini. Karena kita sudah membentuk tim gugus tugas pemantau serta pencegahan wabah,” jelasnya.
Penulis : Rilis Pemkab Sintang
Editor : Hendra






