Antisipasi Banjir, BPBD bakal Pasang Sistem Peringatan Dini di Hulu Sungai Mempawah
Mempawah (Suara Kalbar) – Pemerintah Kabupaten Mempawah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana banjir yang dipicu curah hujan tinggi di wilayah hulu.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni menyiapkan pemasangan Early Warning System (EWS) atau alat peringatan dini banjir di kawasan hulu Sungai Mempawah, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan diawali dengan survei lapangan untuk menentukan titik pemasangan alat sensor yang dinilai strategis dalam memantau kenaikan debit air sungai.
Bersamaan dengan itu, tim BPBD juga melakukan patroli menyusuri aliran Sungai Mempawah guna mengecek kondisi terkini di lapangan.
Program ini menjadi bagian dari penerapan teknologi digital dalam sistem penanggulangan bencana di Kabupaten Mempawah. Bahkan, daerah tersebut kini masuk sebagai salah satu pilot project penerapan sistem deteksi banjir berbasis digital di Kalimantan Barat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mempawah, Aswin AS, mengatakan pemasangan EWS di wilayah hulu sangat penting agar potensi banjir dapat diketahui lebih cepat sebelum air mencapai kawasan permukiman warga di hilir sungai.
Ia menjelaskan, sistem peringatan dini tersebut nantinya akan terhubung langsung dengan Mempawah Command Center, sehingga informasi kenaikan air dapat dipantau secara real time oleh petugas.
“Jika debit air menunjukkan status waspada, sistem akan mengirimkan peringatan otomatis kepada petugas terkait. Dengan begitu, penanganan dan langkah evakuasi bisa dilakukan lebih awal,” jelas Aswin.
Sebelumnya, BPBD Mempawah juga telah memasang sejumlah papan peringatan banjir di sembilan kecamatan yang dinilai rawan terdampak banjir.
Melalui berbagai langkah antisipasi tersebut, pemerintah daerah berharap risiko kerusakan maupun korban akibat banjir kiriman dapat ditekan, terutama saat intensitas hujan meningkat di kawasan perhuluan.
Selain fokus pada survei teknis, patroli sungai juga dimanfaatkan BPBD untuk memetakan wilayah rawan banjir sekaligus mengedukasi masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai agar lebih waspada terhadap potensi bencana.
Penulis: Prianta
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS





