SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Kayong Utara Sentuhan Tangan Ibu-Ibu Pelapis, Hasil Laut Kini Bernilai Lebih Tinggi

Sentuhan Tangan Ibu-Ibu Pelapis, Hasil Laut Kini Bernilai Lebih Tinggi

Ibu-ibu Desa Pelapis, Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, membuat bakso menggunakan ikan hasil tangkapan nelayan sekitar. Program pengolahan hasil perikanan merupakan program CSR PT Dharma Inti Bersama yang bertujuan meningkatkan pendapatan rumah tangga di Desa Pelapis. SUARAKALBAR.CO.ID/ist

Kayong Utara (Suara Kalbar) – Wajah ekonomi rumah tangga di Desa Pelapis, Kepulauan Karimata, mulai menunjukkan perubahan. Melalui inisiatif pemberdayaan yang diinisiasi oleh PT Dharma Inti Bersama (DIB) selaku pengelola Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP), puluhan ibu rumah tangga di wilayah pesisir ini kini berhasil mengolah ikan segar menjadi produk olahan bernilai jual tinggi, seperti bakso ikan, nugget, hingga lele marinasi.

Program ini hadir sebagai jawaban atas keterbatasan lapangan kerja dan rendahnya nilai tambah hasil tangkapan nelayan yang selama ini hanya bergantung pada metode pengolahan tradisional seperti pengeringan atau pengasinan.

Ketua Kelompok Bakso Ikan dari Dusun Raya, Mardiana, mengungkapkan bahwa program ini memberikan harapan baru bagi kaum perempuan di pulau tersebut.

“Di pulau tempat tinggal kami memang minim lapangan pekerjaan. Saat tim CSR PT DIB memberikan peluang untuk membuat produk bakso ikan, saya sangat tertarik. Tambahan penghasilan dari bagi hasil produksi sangat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari,” ujar Mardiana awal Mei 2026.

Senada dengan Mardiana, Latipah selaku Ketua Kelompok Nugget Ikan, menekankan pentingnya produktivitas di waktu luang.

“Daripada hanya diam di rumah saat waktu luang, lebih baik berkumpul untuk menghasilkan sesuatu. Nugget ikan kami lebih gurih dan sehat karena menggunakan ikan segar langsung dari perairan kami,” jelas Latipah.

Saat ini, seluruh hasil produksi tersebut diserap untuk memenuhi kebutuhan konsumsi di Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP).

External Relation Manager PT DIB, Sugeng Sulistiyo, menjelaskan perempuan pesisir adalah kunci perubahan di tingkat rumah tangga. Program ini dirancang untuk mengoptimalkan peran mereka dalam ekonomi keluarga.

“Kami melihat potensi besar pada ibu-ibu di Desa Pelapis. Melalui pelatihan dan pendampingan, mereka kini mampu menghasilkan produk dengan standar kualitas dan keamanan pangan yang lebih baik. Ini bukan sekadar kegiatan produksi, tapi upaya meningkatkan harga diri produk lokal,” tegas Sugeng.

Saat ini, kapasitas produksi kolektif telah mencapai rata-rata 200 kilogram per bulan dengan dampak nyata berupa peningkatan pendapatan anggota hingga 40 persen.

Ke depan, PT DIB berkomitmen untuk terus memperkuat infrastruktur pendukung dan memperluas jangkauan pasar bagi produk-produk olahan ini. Langkah ini sejalan dengan pengembangan KIPP sebagai pusat pengolahan dan pemurnian bijih bauksit yang berkelanjutan, di mana aspek pemberdayaan masyarakat lokal menjadi pilar utamanya.

Melalui sinergi ini, ibu-ibu Desa Pelapis tidak hanya sekadar menjadi pengolah ikan, tetapi telah bertransformasi menjadi penggerak ekonomi yang mandiri dan kompetitif di Kabupaten Kayong Utara.

Penulis: Tim Liputan

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play