SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Lifestyle Tidur 7-8 Jam Jadi Kunci Jaga Otak dan Cegah Alzheimer

Tidur 7-8 Jam Jadi Kunci Jaga Otak dan Cegah Alzheimer

Ilustrasi seseorang sedang tidur. (Freepik/Istimewa)

Suara Kalbar – Durasi tidur yang cukup menjadi kunci utama menjaga kesehatan otak dan mencegah penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer. Tidur bukan sekadar waktu istirahat, melainkan proses penting untuk pemeliharaan biologis tubuh.

Dokter Hoang Tien Trong Nghia, Kepala Departemen Neurologi Rumah Sakit Militer 175, Vietnam menjelaskan bahwa kebutuhan tidur berbeda-beda tergantung usia. Rekomendasi ini merujuk pada lembaga seperti National Sleep Foundation dan American Academy of Sleep Medicine (AASM).

Orang dewasa berusia 18–64 tahun disarankan tidur selama 7–9 jam per malam. Sementara itu, lansia di atas 65 tahun membutuhkan sekitar 7–8 jam tidur. Anak-anak dan bayi memerlukan waktu tidur lebih lama karena otaknya masih berkembang, dengan bayi membutuhkan 14–17 jam dan remaja 8–10 jam.

Menurut Dr Nghia, selama tidur otak menjalankan fungsi penting yang tidak dapat dilakukan saat terjaga, termasuk membersihkan limbah metabolisme melalui sistem glymphatic.

Saat tidur nyenyak, ruang antarsel otak melebar sehingga cairan serebrospinal dapat membersihkan protein beracun seperti beta-amiloid dan tau, yang berkaitan erat dengan penyakit Alzheimer.

Selain itu, tidur juga berperan dalam memperkuat memori dan proses belajar. Informasi diproses dan dipindahkan dari memori jangka pendek ke penyimpanan jangka panjang di korteks serebral, terutama saat fase tidur REM dan gelombang lambat.

Proses ini juga membantu menyeimbangkan koneksi saraf. Selama terjaga, otak terus membentuk hubungan baru yang menguras energi, sementara tidur berfungsi “memangkas” koneksi yang tidak diperlukan.

Tidur juga berpengaruh pada kestabilan emosi. Interaksi antara amigdala dan korteks prefrontal diatur kembali saat tidur, sehingga seseorang dapat berpikir lebih jernih dan mengelola emosi dengan baik keesokan harinya.

Namun, kualitas tidur sama pentingnya dengan durasinya. Otak membutuhkan 4–5 siklus tidur setiap malam, dengan durasi tiap siklus sekitar 90–110 menit, yang mencakup fase tidur ringan, nyenyak, dan REM.

Tidur selama delapan jam tetapi sering terganggu, misalnya akibat sleep apnea, dapat mengurangi kualitas tidur nyenyak. Kondisi ini bahkan dinilai lebih buruk dibandingkan tidur enam jam tanpa gangguan.

Karena itu, memastikan tidur selama 7–8 jam tanpa gangguan setiap malam menjadi kunci agar fungsi otak tetap optimal dan risiko penyakit degeneratif dapat ditekan.

Sumber: Beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play