SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Lifestyle Sinar UV Picu Penuaan Dini, Dokter Ingatkan Risiko Kanker Kulit

Sinar UV Picu Penuaan Dini, Dokter Ingatkan Risiko Kanker Kulit

Ilustrasi terkena paparan sinar matahari. (Pexels)

Suara Kalbar – Paparan sinar ultraviolet (UV) dalam jangka panjang dapat memicu photoaging atau penuaan dini pada kulit. Kondisi ini tidak hanya mengganggu penampilan, tetapi juga meningkatkan risiko kanker kulit.

Dokter spesialis kulit dan kelamin dr R Amanda Sumantri, SpKK, FINSDV menjelaskan paparan sinar UV dapat merusak DNA sel kulit jika terjadi terus-menerus.

“Paparan sinar ultraviolet yang mengenai kulit selama bertahun-tahun akan mengubah DNA dalam sel-sel kulit sehingga memicu penuaan dini dan meningkatkan risiko kanker kulit,” kata Amanda dikutip dari Antara, Sabtu (28/3/2026).

Area tubuh yang paling sering mengalami penuaan dini meliputi wajah, leher, punggung tangan, lengan, kaki, dan dada bagian atas. Bagian tersebut lebih sering terpapar sinar matahari secara langsung.

Gejala yang muncul antara lain pembuluh darah kecil menyerupai laba-laba di hidung, pipi, dan leher. Elastisitas kulit juga menurun, disertai garis halus dan kerutan di sekitar mata serta mulut.

Paparan UV juga dapat memicu bercak merah kasar dan bersisik yang dikenal sebagai keratosis aktinik. Perubahan pigmen seperti melasma, bintik penuaan, hingga bercak putih pada lengan, kaki, dan punggung tangan juga dapat terjadi.

Kondisi tersebut membuat warna dan tekstur kulit menjadi tidak merata. Penipisan kulit juga dapat terjadi akibat paparan sinar UV yang berlebihan.

Amanda menyarankan penggunaan tabir surya dengan SPF tinggi dan tahan air setiap hari. Tabir surya perlu diaplikasikan ulang setiap dua jam, terutama pada area kulit yang tidak tertutup pakaian.

Penggunaan topi lebar, kacamata hitam dengan perlindungan sinar UV, serta pakaian berlengan panjang juga dianjurkan saat beraktivitas di luar ruangan.

“Menghindari paparan sinar matahari langsung mulai pukul 10 pagi sampai 4 sore juga dapat membantu mengurangi risiko,” ujarnya.

Kerusakan DNA akibat paparan sinar ultraviolet tidak dapat pulih sepenuhnya seperti semula. Berbagai metode perawatan medis dapat membantu mengatasi tanda penuaan dini.

Metode tersebut antara lain laser skin rejuvenation untuk mengurangi kerutan dan mengencangkan kulit melalui stimulasi kolagen. Microdermabrasion digunakan untuk mengangkat sel kulit mati dan menyamarkan bintik penuaan.

Pilihan lain termasuk chemical peels untuk memperbaiki warna kulit yang tidak merata. Tindakan lain seperti suntik dermal filler dan terapi intense pulsed light (IPL) juga dapat membantu mengurangi tanda penuaan dini.

Amanda mengimbau masyarakat mulai melindungi kulit sejak dini agar risiko penuaan dini maupun gangguan kulit akibat paparan matahari dapat diminimalkan.

Sumber: Beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan