SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Lifestyle Waspada Berat Badan Naik Usai Lebaran, Ini Cara Mengatasinya

Waspada Berat Badan Naik Usai Lebaran, Ini Cara Mengatasinya

Ilustrasi diet sehat. (Istimewa)

Suara Kalbar – Setelah menjalani ibadah puasa selama Ramadan, momen Idulfitri kerap dimanfaatkan sebagian masyarakat untuk menikmati berbagai hidangan tinggi kalori. Kebiasaan ini, jika tidak dikontrol, berpotensi memicu kenaikan berat badan secara signifikan.

Perubahan pola makan dari yang sebelumnya teratur saat puasa menjadi lebih bebas setelah Lebaran juga dapat berdampak pada kesehatan. Sistem pencernaan yang sempat beradaptasi dengan pola makan terjadwal, kembali dipaksa bekerja lebih berat akibat konsumsi makanan berlebih.

Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya, Firman, mengingatkan bahwa pola makan tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko obesitas.

“Banyak penelitian mengatakan obesitas menjadi faktor risiko terjadinya penyakit tidak menular seperti diabetes melitus, serangan jantung, gagal ginjal, kanker, hipertensi dan penyakit lainnya serta berkontribusi pada penyebab kematian sebesar 5,87% dari total kematian di dunia,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026).

Ia menjelaskan, obesitas terjadi akibat ketidakseimbangan antara asupan energi yang masuk dengan energi yang digunakan tubuh. Jika kondisi ini terus berlangsung, penumpukan lemak dalam tubuh tidak dapat dihindari.

Untuk mencegah kenaikan berat badan pasca Lebaran, Firman membagikan sejumlah langkah yang bisa diterapkan secara konsisten.

Pertama, mencukupi kebutuhan protein harian. Asupan protein dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh hingga 80-100 kalori per hari, sekaligus memberikan efek kenyang lebih lama sehingga mengurangi kebiasaan ngemil.

Kedua, rutin melakukan aktivitas fisik seperti berjalan, jogging, atau senam ringan. Aktivitas ini disarankan dilakukan selama 30 menit setiap hari atau minimal tiga hingga lima kali dalam sepekan.

“Dengan melakukan aktivitas fisik secara rutin dan teratur dapat membakar lemak dan kalori, sehingga dapat mencegah penimbunan lemak secara berlebih,” imbuhnya.

Selanjutnya, masyarakat dianjurkan membatasi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula, seperti minuman bersoda, jus kemasan, serta minuman manis lainnya yang berpotensi memicu penyakit metabolik.

Terakhir, menerapkan pola makan rendah karbohidrat juga dinilai efektif untuk menjaga berat badan tetap stabil, bahkan membantu proses penurunan berat badan jika dilakukan secara tepat.

Dengan menerapkan pola hidup sehat secara konsisten, masyarakat dapat menjaga berat badan ideal sekaligus menghindari berbagai risiko penyakit setelah momen Lebaran.

Sumber: Beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan