Volkswagen Tunda Peluncuran ID. Golf, Strategi Mobil Listrik VW Dipertanyakan
Suara Kalbar – Volkswagen (VW) kembali mengejutkan industri otomotif global dengan pengumuman penundaan salah satu model paling dinantikannya, ID. Golf. Padahal, hanya dalam hitungan minggu sebelumnya, petinggi perusahaan sempat menyatakan bahwa pengembangan teknis mobil listrik ikonik tersebut hampir rampung sepenuhnya.
Dalam acara FT’s Future of the Car yang digelar di London baru-baru ini, CEO Volkswagen Thomas Schaefer secara resmi mengonfirmasi bahwa perusahaan tidak lagi berencana meluncurkan Golf elektrik (Mk9) pada tahun 2028. Schaefer beralasan bahwa portofolio kendaraan VW saat ini sudah cukup kuat sehingga kehadiran Golf listrik belum mendesak untuk diluncurkan dalam waktu dekat.
Keputusan ini terasa sangat mendadak dan kontradiktif. Pasalnya, bulan lalu Kai Grünitz selaku Kepala Pengembangan Teknis VW sempat mengungkapkan kepada media bahwa desain Golf Mk9 listrik sudah selesai 97 persen.
“Perubahan haluan yang cepat ini memperkuat kesan bahwa Volkswagen masih kesulitan dalam menata strategi elektrifikasi mereka yang sejak awal memang kerap didera masalah,” tulis Autoevolution, Jumat (15/5/2026).
Sejumlah analis menduga alasan sebenarnya di balik penundaan ini bukanlah masalah strategi pemasaran, melainkan kendala teknis pada platform Scalable Systems Platform (SSP). Platform masa depan ini awalnya diharapkan menjadi basis utama kendaraan listrik VW Group, namun laporan terbaru menyebutkan adanya hambatan besar dalam pengembangannya yang memaksa perusahaan melakukan skala prioritas.
Schaefer menjelaskan bahwa platform SSP nantinya akan digulirkan secara bertahap antar-merek di bawah naungan grup. Fokus utama akan diberikan kepada merek premium terlebih dahulu, dimulai dari Audi kemudian Porsche. Hal ini menempatkan merek Volkswagen sendiri dalam antrean panjang, yang kemungkinan besar memakan waktu lebih lama dari jadwal semula.
Selain kendala teknis, tekanan dari pabrikan otomotif Tiongkok juga menjadi faktor penentu. Persaingan harga yang agresif dari merek-merek Tiongkok memaksa Volkswagen untuk menghitung ulang biaya material dan investasi platform mereka. VW harus memastikan bahwa produk elektrik mereka tidak hanya canggih secara teknologi, tetapi juga kompetitif secara harga agar tidak kalah saing di pasar global.
Di sisi lain, masa depan Golf bermesin pembakaran internal (ICE) generasi ke-9 juga mulai dipertanyakan. Meski dibangun di atas platform yang berbeda (MQB Evo) dan diproduksi di lokasi berbeda, ketidakpastian pada model elektrik biasanya akan berdampak pada strategi peluncuran unit bensinnya. Belum ada konfirmasi apakah penundaan versi ID. Golf ini juga akan menyeret jadwal peluncuran model konvensionalnya.
Dengan mundurnya jadwal ini, Volkswagen tampaknya harus berjuang ekstra keras untuk memperbaiki citra elektrifikasi mereka. Setelah sebelumnya ID.3 sempat tersandung masalah software, penundaan model legendaris seperti Golf tentu menjadi tantangan berat bagi VW dalam upayanya merebut kembali dominasi di pasar mobil listrik dunia yang kini semakin sesak.
Sumber: Beritasatu.com
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS





