Ritual Naga Buka Mata Jelang Cap Go Meh Pontianak Dipadati Pengunjung
Pontianak (Suara Kalbar) – Ribuan pengunjung antusias menyaksikan ritual naga buka mata atau titik mata jelang perayaan Cap Go Meh 2026 yang diselenggarakan di Klenteng Kwan Tie Bao, Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) pada Minggu (01/03/2026) pagi.
Pada ritual kali ini, diketahui terdapat 48 ekor replika naga dari berbagai komunitas maupun organisasi di Pontianak dan sekitarnya.
Seorang warga Tionghoa, Alim, menyebutkan ritual kali ini tak kalah mengesankan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Setiap tahun suasananya selalu meriah, tapi tahun ini spesialnya karena juga bersamaan dengan Ramadan,” ujar Alim.
Alim berharap pada perayaan Imlek dan Cap Go Meh tahun ini, dapat membawa lebih banyak kebaikan, rezeki, kesehatan hingga kerukunan bagi semua umat.
“Bagi kami, saat mata naga dititik itu artinya memberi kebaikan kedepan. Harapannya, naga yang akan tampil nanti membawa berkah, rezeki, dan keselamatan bagi semua, bukan hanya untuk kami (Tionghoa), tapi untuk seluruh warga,” terangnya.
Ritual buka mata diketahui dipimpin oleh tokoh agama setempat dengan pembacaan doa dan prosesi pengasapan hio. Satu per satu replika naga yang berjejer di halaman klenteng menjalani prosesi tersebut sebelum nantinya diarak dalam puncak perayaan Cap Go Meh yang direncanakan akan diselenggarakan pada Senin (03/03/2026) malam.
Sementara itu, seorang warga Muslim, Yuli, mengaku tidak mempermasalahkan perayaan Cap Go Meh yang tahun ini berlangsung di bulan Ramadan.
“Justru ini jadi bukti kalau Pontianak memang kota yang penuh toleransi. Kami puasa, saudara Tionghoa merayakan Cap Go Meh. Selama saling menghormati, semuanya bisa berjalan berdampingan,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberagaman budaya di Kalimantan Barat merupakan kekayaan yang patut dijaga bersama.
“Ramadan mengajarkan kami untuk menahan diri dan memperbanyak kebaikan. Menghargai perayaan agama lain juga bagian dari itu. Dan kami juga senang, ada hiburan saat berpuasa,” pungkasnya.
Penulis: Maria






