Satu Tahun Kepemimpinan Gubernur Ria Norsan, Ketua LDII Kalbar Puji Capaian Kinerja Ekonomi Tapi IPM Butuh Perhatian
Pontianak (Suara Kalbar) – Ketua DPW LDII Kalimantan Barat Susanto menyampaikan catatan kritis terkait satu tahun kepemimpinan Ria Norsan dan Krisantus Kurniawan menjabat Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar periode 2025-2030.
Diakui dalam aspek ekonomi, ditegaskan data makro menyebut Kalbar mampu menjaga stabilitas ekonomi sehingga pertumbuhan ekonomi juga terjaga.
“Kinerja perekonomian Kalbar cukup bagus karena mampu mencatatkan pertumbuhan 5,39 persen. Capaian ini patut diapresiasi apalagi diimbangi dengan penurunan angka kesenjangan ekonomi,” jelasnya, Minggu (22/2/2026).
Namun capaian Indek Pembangunan Manusia (IPM) sungguhpun mengalami peningkatan tapi rangking Kalbar belum menggembirakan.
“IPM Kalbar masih rendah jika dibandingkan dengan capaian provinsi di Kalimantan bahkan secara nasional posisinya masih rendah. Ini yang mesti mendapat perhatian serius dalam kebijakan pembangunan kedepan,” kata dia.
Pendapat Susanto, persoalan IPM tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen.
“IPM bukan sekadar angka statistik, tetapi cerminan kualitas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, penanganannya harus melibatkan pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, hingga keluarga sebagai unit terkecil,” ujarnya.
LDII Kalbar, lanjut dia, siap berkontribusi melalui program pembinaan generasi muda, penguatan karakter, dakwah yang menyejukkan, serta kegiatan sosial kemasyarakatan yang mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Saat ini dalam pembangunan SDM, LDII telah memprioritaskan untuk terwujudnya SDM Profesional Religius. Basis pendidikannya adalah akhlak dan kemandirian, karena langkah ini diyakini dapat mendukung peningkatan IPM secara berkelanjutan,” imbuh Susanto.
Karena kebijakan Pemprov Kalbar juga memperioritaskan infratruktur, ia menekankan pentingnya pendekatan yang terintegrasi antara pembangunan infrastruktur dan pembangunan manusia.
“Peningkatan akses pendidikan dan layanan kesehatan harus berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi keluarga agar dampaknya signifikan terhadap kenaikan IPM,” tegas dia.
Lebih lanjut Susanto berharap agar jalinan sinergi dan kolaborasi diperkuat, karena hal itu menjadi kunci utama.
“Jika semua pihak bergerak bersama, IPM Kalimantan Barat akan meningkat secara bertahap dan merata,” tegasnya.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






