Diskominfo Sekadau Dukung Pers Adaptif dan Kritis di Era AI
Sekadau (Suara Kalbar) – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sekadau, Matius Jhon, menyambut baik prakarsa Panitia Hari Pers Nasional (HPN) Kabupaten Sekadau yang mengangkat tema “Adaptif dan Kritis di Era Artificial Intelligence”
Menurutnya, tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan panggilan nyata bagi insan pers untuk menjawab tantangan zaman di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
“Saya menyambut baik prakarsa dari Panitia Hari Pers Nasional Kabupaten Sekadau yang mengangkat tema ‘Adaptif dan Kritis di Era Artificial Intelligence.’ Karena di era AI ini, insan pers memang dituntut untuk memiliki dua kualitas utama yaitu adaptif dan kritis,” ujar Matius Jhon saat memberikan sambutan pada Syukuran HPN 2026 di sebuah café di Sekadau, Sabtu (14/2/2026).
Ia menjelaskan, revolusi teknologi saat ini telah mengubah wajah dunia, termasuk cara masyarakat mengakses dan mengonsumsi informasi. AI, kata dia, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, mulai dari algoritma yang menyaring berita di media sosial hingga sistem kecerdasan buatan yang mampu menganalisis data pemerintahan untuk meningkatkan kualitas layanan publik.
“Walaupun belum dimanfaatkan secara optimal, digitalisasi sistem pemerintahan di Kabupaten Sekadau juga sedang menuju pada pemanfaatan AI dalam rangka menganalisis data yang terkait dengan pelayanan publik,” ungkapnya.
Namun demikian, Matius Jhon mengingatkan bahwa kemajuan AI juga membawa tantangan serius bagi pers nasional. Maraknya berita palsu atau hoaks yang dihasilkan melalui teknologi deepfake dan bot AI, menurutnya, semakin sulit dibedakan dari fakta.
“Di sinilah peran pers harus adaptif, yakni mengadopsi teknologi AI untuk verifikasi cepat seperti tools deteksi konten manipulatif, sambil tetap kritis dalam menjaga independensi jurnalistik,” tegasnya.
Ia menambahkan, pers kini tidak hanya berperan sebagai penjaga demokrasi, tetapi juga pelopor literasi digital bagi masyarakat. Insan pers didorong untuk terus belajar dan bertransformasi dengan memanfaatkan AI untuk riset, transkripsi, hingga analisis data berskala besar agar kerja jurnalistik semakin efisien dan akurat.
“Jika kita menolak berubah, kita akan tertinggal oleh zaman,” katanya.
Sebagai pemerintah daerah, lanjut Matius Jhon, Pemkab Sekadau berkomitmen mendukung pers yang adaptif dan kritis. Melalui Diskominfo Kabupaten Sekadau, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan berbagai media lokal, baik elektronik maupun online.
Ia membayangkan, apabila pers mampu memanfaatkan AI untuk investigasi mendalam, seperti memetakan isu lingkungan di wilayah Kabupaten Sekadau dengan akurasi tinggi, hal tersebut akan memperkuat fungsi pengawasan terhadap pembangunan berkelanjutan.
Meski demikian, ia juga menekankan pentingnya sikap kritis terhadap AI. Menurutnya, algoritma tidak boleh mendikte narasi publik dan menggeser prinsip-prinsip humanisme.
“Etika komunikasi, relasi yang dilandasi moral serta nilai-nilai kebenaran universal hanya bisa ditegakkan dengan kecerdasan manusia yang kompleks, bukan dengan algoritma yang sempit,” ujarnya.
Di tengah banjir informasi dan maraknya deepfake serta hoaks berbasis AI, pers harus menjadi penyaring informasi yang jernih. Ia mengingatkan agar kecepatan dalam mengunggah berita tidak mengorbankan akurasi.
“Masyarakat membutuhkan verifikasi, bukan sekadar kecepatan. Jangan sampai kecepatan mengunggah berita justru mengorbankan akurasi,” tegasnya.
Bagi jajaran Pemerintah Kabupaten Sekadau, pers merupakan mitra strategis dalam pembangunan daerah. Pemerintah, katanya, membutuhkan kritik yang konstruktif agar tidak lalai, sekaligus dukungan melalui pemberitaan yang edukatif dan solutif.
“Saya berharap rekan-rekan media terus mengawal pembangunan daerah dengan semangat objektivitas. Jadilah kompas bagi masyarakat di tengah riuhnya arus informasi digital. Pastikan bahwa kebenaran tetap menjadi panglima, meski algoritma mencoba mengaburkannya,” pungkas Matius Jhon.
Ia pun menutup dengan apresiasi atas dedikasi insan pers yang terus bekerja di berbagai situasi dan tantangan.
“Teruslah berkarya, teruslah menjaga integritas, dan mari kita hadapi era AI ini dengan kepala tegak dan pena yang tetap tajam. Bersama, kita wujudkan pers yang tangguh menghadapi masa depan,” tandasnya.
Penulis: Tim Liputan
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






