Pontianak Timur Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Alam, Budaya dan Sejarah
Pontianak (Suara Kalbar) – Pemerintah Kota Pontianak mengarahkan pengembangan kawasan Kecamatan Pontianak Timur sebagai destinasi unggulan berbasis wisata alam, budaya dan sejarah. Langkah ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat identitas wilayah yang berakar pada kearifan lokal.
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengatakan, Pontianak Timur memiliki potensi besar yang belum tergarap secara optimal, baik dari sisi wisata alam, budaya maupun sejarah.
“Pengembangan kawasan Pontianak Timur kita arahkan pada kegiatan wisata alam, budaya dan sejarah dengan didukung pengembangan simpul-simpul kegiatan. Kawasan ini memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya tergarap optimal,” ujarnya usai membuka Musrenbang RKPD Tahun 2027 Tingkat Kecamatan Pontianak Timur di Hotel Golden Tulip, Kamis (12/2/2026).
Menurutnya, pengembangan kawasan tersebut tidak hanya ditujukan untuk menarik wisatawan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat setempat.
“Kita ingin kawasan ini tidak hanya menjadi tujuan wisata, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat,” ungkap Bahasan.
Ia menjelaskan, pengembangan akan didukung dengan penataan kawasan tepi sungai melalui konsep waterfront development sebagai ruang publik sekaligus destinasi wisata berbasis sungai. Revitalisasi situs budaya dan sejarah, termasuk kawasan permukiman tradisional dan titik-titik bernilai historis, juga menjadi prioritas.
Selain itu, penguatan UMKM lokal dan ekonomi kreatif akan terus didorong, terutama pada sektor kuliner khas, kerajinan, serta produk budaya.
“Penguatan UMKM lokal dan ekonomi kreatif, khususnya kuliner khas, kerajinan, dan produk budaya, juga akan kita dorong,” jelasnya.
Pemerintah Kota Pontianak juga merencanakan peningkatan aksesibilitas dan infrastruktur pendukung, seperti jalan lingkungan, dermaga wisata, penerangan, ruang terbuka hijau, serta fasilitas umum lainnya. Event budaya dan festival tahunan pun akan dikembangkan sebagai daya tarik wisata berkelanjutan.
“Dengan arah pengembangan ini, kita tidak hanya membangun fisik kawasan, tetapi juga membangun identitas dan karakter wilayah yang berakar pada kearifan lokal,” tegas Bahasan.
Untuk tahun anggaran 2026, sejumlah program pembangunan telah direncanakan di Kecamatan Pontianak Timur. Di antaranya pembangunan jalan dan saluran lingkungan di 99 lokasi, serta pembangunan dan peningkatan empat ruas jalan, yakni Jalan Tanjung Raya II atau Jalan Penghubung Pemda, Jalan Abu Naim, Jalan Padat Karya dan Jalan Tekam.
Selain itu, akan dilakukan peningkatan saluran dengan pemasangan koker di Jalan Tani, pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Jalan Karya Tani–Jalan Karya Baru, pembangunan Kantor Lurah Dalam Bugis, hingga pembangunan masjid terapung.
Bahasan berharap masyarakat turut aktif memberikan masukan terkait potensi dan persoalan di wilayahnya agar dapat dibahas secara komprehensif dalam Musrenbang.
Penulis: Fajar Bahari






