Hampir 40 Tahun Mengabdi, Kepala BKAD Pontianak Zulkarnain Purna Tugas
Pontianak (Suara Kalbar) – Suasana haru mengiringi pelepasan purna tugas Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Pontianak, Zulkarnain, yang telah mengabdikan diri sebagai aparatur sipil negara (ASN) selama 39 tahun 11 bulan. Selama masa pengabdiannya, Zulkarnain pernah menduduki berbagai jabatan setingkat eselon II, mulai dari Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika hingga Penjabat Sekretaris Daerah Kota Pontianak.
Alumnus Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) tahun 1988 ini mengawali karier birokrasi di sejumlah daerah sebelum akhirnya dimutasi ke Pemerintah Kota Pontianak pada 1996. Selama hampir empat dekade berkarier, ia mengaku banyak mendapatkan pengalaman dan pelajaran berharga, terutama terkait pentingnya menjaga integritas dalam menjalankan tugas.
“Semua tugas adalah amanah. Kalau dijalankan dengan ikhlas, tidak menjadi beban. Kita jalani sebagai ibadah. Selama mengabdi, banyak hal yang berkesan dan menjadi motivasi bagi saya dalam menjalankan tugas,” ujarnya usai acara pelepasan purna tugas di Halaman Kantor Wali Kota Pontianak, Senin (9/2/2026).
Zulkarnain mengapresiasi Pemerintah Kota Pontianak yang menggelar kegiatan pelepasan purna tugas bagi 13 pegawai pada periode Januari–Februari 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut mencerminkan perhatian pemerintah terhadap pegawai sebagai bagian penting dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.
“Pegawai adalah pengelola pemerintahan daerah dan pelayan masyarakat. Kegiatan pelepasan seperti ini menunjukkan bahwa pemerintah memanusiakan pegawai dan menghargai pengabdian mereka,” ungkapnya.
Ia menilai, bentuk penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi para pegawai, khususnya staf, karena merasa dihormati saat mengakhiri masa tugasnya.
Selama menjabat, Zulkarnain turut mendorong berbagai upaya peningkatan kinerja pemerintahan, di antaranya penguatan indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) serta peningkatan disiplin pegawai untuk mendukung implementasi nilai ASN BerAKHLAK.
Ia juga memiliki pengalaman panjang sebagai Camat Pontianak Barat selama kurang lebih enam tahun. Menurutnya, bertugas di kecamatan memberikan pengalaman berharga dalam membangun kedekatan dengan masyarakat melalui sosialisasi program pemerintah dan kegiatan gotong royong rutin.
“Kami rutin sosialisasi program kepada masyarakat setiap malam minggu, lalu dilanjutkan kerja bakti. Dengan kebersamaan itu, keamanan dan ketertiban juga terjaga,” katanya.
Memasuki masa purna tugas, Zulkarnain mengaku ingin beristirahat terlebih dahulu. Meski demikian, ia tetap berkeinginan untuk berkontribusi bagi pembangunan Kota Pontianak melalui sumbangan pemikiran dan masukan kepada pemerintah daerah.
“Untuk sekarang, saya ingin menikmati waktu dan tetap memberi kontribusi melalui pemikiran dan masukan,” imbuhnya.
Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada ASN yang memasuki masa purna tugas. Menurutnya, pengabdian puluhan tahun para ASN merupakan bagian penting dari perjalanan pembangunan Kota Pontianak.
“Atas nama Pemerintah Kota Pontianak, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas pengabdian yang telah diberikan. Semoga seluruh dedikasi tersebut menjadi amal jariah dan Bapak Ibu tetap dapat berkontribusi bagi pembangunan Kota Pontianak,” ujar Edi.
Ia menegaskan bahwa perjalanan pengabdian ASN sarat dengan berbagai tantangan dalam menjalankan tugas pemerintahan, sehingga pemerintah daerah memandang perlu memberikan penghormatan kepada ASN yang telah menuntaskan masa baktinya.
Pada kesempatan tersebut, Edi juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik dan inovasi ASN di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak. Ia menyampaikan bahwa apel harus dimaknai sebagai momentum evaluasi kinerja dan penguatan komitmen ASN dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan daerah.
“ASN Pemerintah Kota Pontianak memiliki peran strategis sebagai penggerak pelayanan publik. Karena itu, kualitas pelayanan prima, disiplin kerja, serta pemanfaatan waktu harus terus dijaga dan ditingkatkan,” pesannya.
Edi menambahkan, seiring perkembangan teknologi dan keterbukaan informasi, tuntutan masyarakat terhadap pelayanan yang cepat dan responsif semakin tinggi. Oleh karena itu, ia mendorong ASN untuk terus berinovasi dan memperkuat kolaborasi antar organisasi perangkat daerah.
“Di era digital ini, tanpa inovasi dan kreativitas, tumpukan pekerjaan justru akan menjadi beban. Kolaborasi dan efisiensi kerja menjadi kunci agar pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal,” terangnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya peningkatan kompetensi ASN agar mampu memberikan pelayanan yang ramah, cepat, dan tepat, mengingat ASN pada hakikatnya adalah pelayan dan pengayom masyarakat.
“Kita sudah memilih jalan pengabdian ini sejak ditetapkan melalui surat keputusan sebagai ASN maupun PPPK. Memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” tutupnya.
Penulis: Fajar Bahari
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






