SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Nasional Siswa Sekolah Rakyat Siap Pidato Perdamaian Empat Bahasa

Siswa Sekolah Rakyat Siap Pidato Perdamaian Empat Bahasa

Risky Aulia (dua kanan) bersama tiga rekannya yang akan berpidato berbahasa asing dihadapan Presiden Prabowo Subianto berswafoto seusai latihan terakhir bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Gedung Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Minggu (11/1/2026)/ANT

Jakarta (Suara Kalbar) – Siswa Sekolah Rakyat dipersiapkan untuk menyampaikan pidato bertema perdamaian dunia dalam empat bahasa asing saat peresmian 166 Sekolah Rakyat rintisan yang dipusatkan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1).

Empat siswa tersebut menjalani pendampingan intensif bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan pelatih dari Kementerian Sosial di Gedung Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarbaru, Minggu, menjelang acara peresmian yang dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto.

Gedung BBPPKS Kementerian Sosial yang juga difungsikan sebagai Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 9 Banjarbaru itu menjadi lokasi utama peluncuran Sekolah Rakyat rintisan yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Dalam kesempatan itu pidato berbahasa Inggris akan dibawakan Kiendra, siswa kelas X Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi. Pidato berbahasa Mandarin disampaikan Nur Aisah, siswi kelas X SRMA 10 Jakarta Selatan.

Adapun pidato berbahasa Jepang dibawakan Risky Aulia, siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 7 Probolinggo, sementara Royya Alma, siswi SRMA 47 Malang, Jawa Timur, akan menyampaikan pidato berbahasa Arab.

Saifullah menjelaskan bahwa kemampuan siswa Sekolah Rakyat menyampaikan pidato dalam berbagai bahasa asing merupakan hasil dari pola pembelajaran yang dipersiapkan secara khusus, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Jadi anak-anak ini adalah digital native dan tentu sudah bagian dari masyarakat global. Pembelajarannya menggunakan teknologi seperti laptop, papan tulis digital, dan learning management system di Sekolah Rakyat ini,” ujarnya.

Selain memang memiliki kecakapan, dia menilai bahwa peran guru sangat vital untuk mengasah kemampuan siswanya. Hal itu dibuktikan dengan kehadiran keempat siswa tersebut dimana mereka berlatih penuh beberapa hari terakhir, mulai dari merangkai narasi bersama guru bahasanya dan memantapkan artikulasi sehingga pesan bisa disampaikan bila bisa tampil maksimal.

“Isinya sarat dengan pesan nasionalisme, kemanusiaan, perdamaian dunia, dan solidaritas global. Itu yang akan dibawakan anak-anak Sekolah Rakyat saat peresmian,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf.

Menurut dia, pembelajaran digital dinilai tidak hanya meningkatkan kompetensi akademik, tetapi juga membangun empati dan kesadaran global siswa, termasuk kepedulian terhadap anak-anak seusia mereka di negara-negara yang terdampak konflik dan keterbatasan akses pendidikan.

Demikianlah poin dari pidato yang akan ditampilkan dengan diiringi paduan suara ratusan Siswa Sekolah Rakyat lainnya dengan menyanyikan lagu Heal The World yang dipopulerkan solois Michael Jackson.

Salah satu siswa, Risky Aulia, mengaku mulai tertarik mempelajari bahasa Jepang sejak kelas VI SD yang didorong oleh kegemarannya terhadap film anime.

Perempuan bertubuh mungil ini meski berdomisili di desa terpencil di Probolinggo mengaku dekat dengan kemajuan teknologi. Ia belajar banyak berbahasa Jepang secara mandiri menggunakan aplikasi daring bersama teman sebayanya di kampung halaman.

“Suka Anime. Orang bilang kami Wibu gitu. Ya pengalaman itulah. Lalu, awalnya saya bilang ke guru hanya bisa sedikit. Setelah dites, ternyata dipercaya dan dibawa ke sini untuk tampil” kata dia.

Aulia mengaku bangga sekaligus terharu karena mendapat kesempatan tampil di hadapan Presiden, serta berterima kasih atas dukungan guru dan sekolah yang memberi ruang untuk mengembangkan minat dan bakatnya.

Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dengan tingkat kesejahteraan terendah (Desil 1–4) dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Program ini dirancang sebagai model pengentasan kemiskinan terpadu karena memadukan berbagai program unggulan pemerintah seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG), Makan Bergizi Gratis (MBG), jaminan kesehatan PBI-JK, Koperasi Desa Merah Putih, serta Program 3 Juta Rumah bagi keluarga siswa penerima manfaat.

Berdasarkan data Kementerian Sosial ada sebanyak 166 titik Sekolah Rakyat rintisan yang sudah dibangun pada tahun 2025 dengan kapasitas 16 ribu siswa, didukung oleh 2.400 guru dan lebih dari 4.000 tenaga kependidikan di jenjang SD, SMP, dan SMA atau sederajat.

Kementerian Sosial memastikan seluruh Sekolah Rakyat dilengkapi dengan fasilitas teknologi pembelajaran modern, termasuk papan interaktif digital (IFP), laptop dengan akses jaringan internet, serta seragam khusus bagi siswa, guru, dan wali asrama.

Sumber: ANTARA

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan