Uskup Sintang Tutup Tahun Yubileum di Wilayah Keuskupan
Sintang (Suara Kalbar) – Uskup Keuskupan Sintang, Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM. Cap, secara resmi menutup Tahun Yubileum di wilayah Keuskupan Sintang melalui perayaan Ekaristi yang berlangsung khidmat di Gereja Kristus Raja Katedral Sintang, Minggu (28/12/2025).
Penutupan Tahun Yubileum tersebut dilaksanakan pada akhir misa ketiga di Paroki Kristus Raja Katedral Sintang yang dimulai pukul 08.30 WIB. Prosesi penutupan ditandai dengan pelepasan dan penggulungan banner Tahun Yubileum Keuskupan Sintang yang telah dipasang di samping altar. Selain itu, tulisan Porta Sancta juga dilepas dari pintu gereja sebagai simbol berakhirnya masa Yubileum.
Dalam homilinya, Uskup Sintang menegaskan bahwa makna utama Tahun Yubileum adalah panggilan bagi umat Katolik untuk semakin menyatukan diri dengan sesama, terutama mereka yang sering kali tidak memiliki suara dalam kehidupan sosial.
“Umat Katolik hendaknya menyatukan diri dengan kelompok yang sering kali tidak punya suara, tetapi sangat disayangi dan dikasihi oleh Allah. Mereka adalah orang sakit, para lansia, narapidana, dan orang-orang miskin,” ujar Mgr. Samuel Oton Sidin.
Ia juga menyampaikan, selama Tahun Yubileum, Tuhan telah mencurahkan rahmat, kasih, dan berkat-Nya kepada umat beriman.
“Melalui Tahun Yubileum, Tuhan sudah memberikan rahmat kasih dan berkat-Nya kepada kita. Tuhan sudah memberikan damai sejahtera kepada semua orang. Hari ini saya akan melepas banner tulisan Tahun Yubileum dan tulisan Porta Sancta sebagai tanda selesainya Tahun Yubileum,” terangnya.
Uskup Sintang turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh umat yang telah berpartisipasi aktif dengan mengunjungi Porta Sancta di berbagai paroki selama Tahun Yubileum berlangsung.
“Terima kasih kepada siapa saja yang sudah mengunjungi Porta Sancta di mana saja. Saya berharap umat Katolik semakin militan. Sekali Katolik tetap Katolik. Menjadi Katolik sampai mati, bukan hanya setengah mati, tetapi sampai mati,” pesannya dengan tegas.
Lebih lanjut, Mgr. Samuel Oton Sidin mengingatkan pentingnya kesetiaan iman yang total dan konsisten, serta tanggung jawab orang tua dalam menanamkan nilai-nilai iman kepada generasi muda.
“Setialah sampai mati, jangan setengah-setengah. Agama bukan mainan. Ingatkan itu kepada anak-anak kita. Yang tidak setia masuk neraka, yang setia akan masuk surga,” tegasnya.
Penutupan Tahun Yubileum ini menjadi momentum refleksi bagi umat Katolik di Keuskupan Sintang untuk terus memperdalam iman, memperkuat kesetiaan, serta mewujudkan kasih Allah dalam kehidupan sehari-hari, khususnya kepada mereka yang lemah dan terpinggirkan.
Penulis: Fadhil/r
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






