SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Nasional Jepang Sahkan Anggaran Terbesar Sepanjang Sejarah

Jepang Sahkan Anggaran Terbesar Sepanjang Sejarah

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Jakarta (Suara Kalbar)- Pemerintah Jepang akhirnya menyetujui anggaran fiskal terbesar sepanjang sejarah untuk tahun fiskal 2026.

Anggaran ini akan digunakan untuk membiayai peningkatan belanja pertahanan hingga lonjakan biaya jaminan sosial di tengah inflasi yang masih bertahan.

Anggaran sebesar 122,3 triliun yen Jepang (US$ 782 miliar atau sekitar Rp 12.520 triliun) untuk tahun fiskal yang dimulai April 2026 itu mencakup sekitar 9 triliun yen Jepang untuk belanja pertahanan. Langkah ini diambil seiring upaya Perdana Menteri Sanae Takaichi mempercepat modernisasi militer Jepang di tengah memburuknya hubungan dengan China.

Kementerian Pertahanan Jepang dalam dokumen pengarahan menyebutkan bahwa Jepang menghadapi lingkungan keamanan paling berat dan kompleks sejak berakhirnya perang, seraya menekankan perlunya memperkuat kemampuan pertahanan secara fundamental.

Salah satu pos utama dalam anggaran tersebut adalah alokasi 100 miliar yen Jepang untuk sistem pertahanan pesisir SHIELD, yang dirancang untuk mengerahkan drone guna menghalau potensi invasi pasukan asing.

Perdana Menteri Sanae Takaichi mengatakan primary balance Jepang diperkirakan kembali surplus untuk pertama kalinya dalam 28 tahun. Pernyataan ini disampaikan untuk meredakan kekhawatiran pasar atas sikap pemerintah yang agresif dalam belanja.

“Anggaran awal pemerintah pusat diproyeksikan mencatat surplus primary balance untuk pertama kalinya sejak 1998,” ujar Takaichi seperti dilansir dari Reuters.

“Saya yakin kami telah menyusun anggaran yang menyeimbangkan pencapaian ekonomi yang kuat dengan keberlanjutan fiskal,” tambah dia.

Surplus primary balance telah menjadi target pemerintah Jepang selama lebih dari dua dekade. Indikator fiskal ini mengukur selisih antara pendapatan dan belanja negara, tidak termasuk biaya pembayaran utang.

Pencapaian target tersebut dinilai dapat memperkuat keyakinan bahwa pemerintah serius menangani kekhawatiran terhadap kondisi keuangan negara.

Kementerian Keuangan Jepang memproyeksikan primary balance nasional mencatat surplus 1,34 triliun yen Jepang pada tahun fiskal yang dimulai April 2026. Angka resmi dari Kantor Kabinet diperkirakan diumumkan bulan depan setelah memasukkan data tambahan, termasuk dari pemerintah daerah.

Dengan catatan pemerintah daerah Jepang telah mencatat surplus primary balance dalam beberapa tahun terakhir, target tersebut dinilai berpeluang tercapai, kecuali jika pemerintah menerbitkan anggaran tambahan pada tahun fiskal berjalan.

Sumber: Beritasatu.com

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play