Kolase Jurnalis Camp 2025: Jurnalis dan Komunitas Bersatu Menjaga Ragam Hayati Kalbar
Pontianak (Suara Kalbar) – Kolase Jurnalis Camp (KJC) 2025 resmi dibuka di Kampung Caping, Pontianak, Jumat (22/8) malam. Ajang tahunan yang digelar oleh Kolase.id ini menghadirkan jurnalis, konten kreator, akademisi, komunitas, serta pemerhati lingkungan dalam satu ruang silaturahmi dan diskusi untuk merumuskan langkah nyata menjaga kelestarian alam.
Mengusung tema “Ragam Hayati sebagai Kekuatan Kita Bersama”, KJC 2025 menegaskan pentingnya peran media dalam membangun kesadaran publik terhadap isu lingkungan, khususnya di Kalimantan Barat yang dikenal memiliki salah satu ekosistem tropis terbesar di Indonesia.
“Ragam hayati adalah aset kita bersama. Dengan menjaga lingkungan, kita tidak hanya melestarikan alam tetapi juga memastikan keberlangsungan hidup generasi mendatang,” ujar Founder Yayasan Kolase, Andi Fachrizal, dalam sambutannya.
Selain sesi diskusi, KJC 2025 juga menghadirkan rangkaian kegiatan seperti workshop fotografi dan menulis, pemutaran film dokumenter bersama sutradara muda asal Kalbar, diskusi ekosistem, serta workshop motivasi bersama praktisi dari Jakarta.
Peserta juga mengikuti aksi nyata berupa kampanye publik bertajuk “Bersihkan Kapuas: Jangan Ada Sampah di Antara Kita” untuk mengurangi pencemaran sungai. Andi menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar forum tahunan, melainkan langkah awal menuju kerja kolaboratif lintas sektor.
“Isu lingkungan tidak bisa ditangani satu pihak. Kita butuh jurnalis untuk menyuarakan, kreator konten untuk menggaungkan, pemerintah untuk membuat kebijakan, dan masyarakat adat untuk menjaga kearifan lokal,” katanya.
Lokasi pelaksanaan di Kampung Caping dipilih karena kawasan ini dinilai berhasil menjadi contoh penataan lingkungan berbasis partisipasi warga. Praktik baik tersebut diharapkan dapat ditularkan ke kawasan lain yang masih menghadapi tantangan sampah dan degradasi lingkungan.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Pontianak, Derry Gunawan, yang hadir mewakili Wali Kota Edi Rusdi Kamtono, menyambut baik kegiatan ini.
“Dengan berkumpulnya berbagai pihak di sini, kami berharap terbangun komitmen bersama untuk mewujudkan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang. Penataan kawasan di Kampung Caping menjadi bukti bahwa kolaborasi bisa menghasilkan perubahan,” ujarnya.
Derry menambahkan, Pemkot Pontianak terus mendorong pengelolaan sampah di permukiman padat dan memperluas penataan kawasan kumuh, sejalan dengan visi kota bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Selama tiga hari pelaksanaan hingga Minggu (24/8), KJC 2025 menghadirkan berbagai agenda, mulai dari atraksi musik bertema alam, sesi konsolidasi media untuk memperkuat narasi lingkungan di ruang digital, hingga puncak acara berupa media gathering bertema “Kawal Ragam Hayati, Lestarikan Tumbuhan dan Satwa Liar.”
Forum ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi multipihak dalam merespons ancaman perdagangan ilegal dan perburuan satwa dilindungi di Kalimantan Barat.
“KJC 2025 adalah ruang kolaborasi untuk memperkuat narasi dan aksi nyata menjaga ragam hayati. Kita ingin memastikan isu ini tidak berhenti di ruang diskusi, tapi menjelma jadi gerakan bersama,” tegas Andi.
Penulis: Fajar Bahari





