SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Nasional Motor Mogok Usai Isi BBM, Warga Samarinda Protes ke SPBU

Motor Mogok Usai Isi BBM, Warga Samarinda Protes ke SPBU

Warga mengamuk di sebuah SPBU di Samarinda setelah sepeda motornya mogok seusai mengisi di SPBU itu. (Beritasatu.com/Iqbal)

Samarinda (Suara Kalbar)- Seorang warga di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, mengamuk di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) setelah sepeda motornya mogok usai mengisi bahan bakar minyak (BBM). Insiden yang terjadi di SPBU Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Samarinda Ilir, ini pun langsung viral di media sosial.

Peristiwa ini bermula ketika Juhariansyah, warga setempat, mendapati motornya mengalami gangguan mesin setelah mengisi BBM jenis Pertamax senilai Rp 35.000. Bahkan, ia bersama istrinya nyaris mengalami kecelakaan karena mesin kendaraan mendadak tersendat. Merasa dirugikan, ia langsung mendatangi SPBU untuk meminta pertanggungjawaban pihak pengelola.

“Beli BBM Rp 35.000 setelah indikator BBM berkedip-kedip. Jadi kami isi di SPBU sini. Namun, saat sampai Pasar Pagi mesin motor tidak lancar dan saya dan istri hampir itu teertabrak. Kemarin motor saya yang Honda Beat kena juga setelah mengisi BBM di sini juga jenis Pertamax saya. Sejak awal saya beli motor, saya isi Pertamax terus,” ujar Juhariansyah saat mendatangi SPBU di kawasan Jalan Urip Sumoharjo, Samarinda, melansir dari Beritasatu.com, Rabu(2/4/2025).

Aksi warga yang mengamuk di SPBU ini pun langsung viral di media sosial. Pasalnya, hal serupa ternyata juga dialami oleh puluhan warganet yang berasal bukan hanya di Kota Samarinda, tetapi juga beberapa daerah lain seperti dari Kota Balikpapan dan Kabupaten Kutai Kartanegara.

Aksi protes yang dilakukan oleh warga ini pun berhasil diredam oleh Satreskrim Polresta Samarinda, dengan melakukan pengetesan langsung terhadap kendaraan yang bermasalah. Dan hasilnya, kendaraan tersebut memang mengalami gangguan pada mesinnya sehingga mesin tak bisa berjalan normal.

Selanjutnya, polisi pun langsung menguras isi BBM di dalam tangki motor milik warga, dan melakukan pengujian kandungan air dengan menggunakan bahan kimia khusus.

Tak hanya berhenti di situ, polisi pun juga turut melakukan pengujian kandungan air pada tangki penyimpanan BBM jenis Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo milik SPBU tersebut.

Kasatreskrim Polresta Samarinda AKP Dicky Anggi Pranata mengatakan, pihak kepolisian telah melakukan respons cepat guna menanggapi pengendara motor mengamuk di SPBU serta keluhan masyarakat Samarinda yang viral di media sosial, terkait gejala kerusakan mesin motor seusai mengisi BBM di SPBU.

Pihaknya pun langsung melakukan uji kandungan air pada BBM jenis Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo yang ada pada tangki motor milik warga dan tangki penyimpanan BBM SPBU, dan hasilnya tidak ditemukan adanya kandungan air pada ketiga jenis BBM tersebut. Namun, untuk lebih memastikan hal, polisi mengirim sampelnya ke laboratorium.

“Malam hari ini kami dari Satuan Reskrim Polresta Samarinda kembali melakukan pengecekan di beberapa SPBU terkait keresahan masyarakat karena banyaknya kendaraan yang bermasalah setelah pengisian BBM di SPBU. Kami akan mengirimkan sampel ini ke lab jadi hasilnya membutuhkan waktu,” kata Dicky seusai melakukan pengecekan kandungan air pada tiga jenis BBM di Samarinda merespons warga yang mengamuk di SPBU.

Sumber: Beritasatu.com

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan