Karyawan Ford Desak Perusahaan untuk Stop Produksi Mobil Polisi
![]() |
| Ford Police Interceptor [Shutterstock]. |
Suara Kalbar- Sejumlah karyawan Ford mendesak perusahaan untuk tidak lagi memproduksi mobil untuk kebutuhan kendaraan polisi. Hal ini menjadi bentuk dukungan para pekerja perusahaan ini agar tidak ada lagi kasus rasisme seperti yang terjadi pada George Floyd.
Namun sayangnya suara para karyawan tidak
mendapat sambutan positif dari petinggi perusahaan. Jim Hackett, Chief
Executive Officer (CEO) Ford Motor Company menolak usulan dari para karyawan.
Menurutnya, menjual mobil ke polisi bukanlah sebuah tindakan yang mendukung rasisme.
![Ford Bronco dalam suatu pameran khusus SUV. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/07/07/78120-ford-bronco.jpg)
“Kita
akan membahayakan keselamatan dan mempersulit mereka (polisi) dalam
melakukan pekerjaannya,” demikian tulis Jim Hackett, seperti dikutip
dari Jalopknik.
Pernyataan Jim Hackett yang tertuang
dalam sebuah memo ini juga menyatakan bila dirinya sangat percaya tidak
ada ruang untuk rasisme. Hanya, polisi perlu lebih meningkatkan
transparansi dan akuntabilitasnya.
“Dunia kita tidak akan berfungsi tanpa
keberanian dan dedikasi dari petugas polisi. Tetapi keselamatan
masyarakat juga tak perlu pandang bulu,” tambahnya.
Seperti diketahui, Ford dan pemerintahan
Amerika Serikat sudah menjalin hubungan sejak 1950. Di mana saat itu
perusahaan telah memproduksi mobil polisi untuk pertama kalinya.
Sampai saat ini, Ford Crown Vic bahkan
menjadi mobil yang identik dengan kepolisian Amerika Serikat. Akhirnya
harus digantikan dengan model Interceptor Utility Explorer pada 2011.
Sumber : Suara.com





