SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Pontianak Usai Direlokasi, Sejumlah PKL Masih Berjualan di Area UNTAN Pontianak

Usai Direlokasi, Sejumlah PKL Masih Berjualan di Area UNTAN Pontianak

Pedagang Kaki Lima memenuhi jalan Muhammad Isya pada Sabtu (07/12/2024) malam. [SUARAKALBAR.CO.ID/Ria]

Pontianak (Suara Kalbar) – Setelah direlokasi oleh Sat Pol PP, sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) masih penuhi Jalan Muhamad Isa, Kota Pontianak pada Sabtu (07/12/2024) malam.

Sebelumnya, Kasat Pol PP Kota Pontianak, Ahmad Sudiantoro mengatakan jika pihaknya diminta pihak Universitas Tanjungpura (Untan) untuk merelokasi pedagang yang masih bertahan di kawasan tersebut pada Jum’at lalu.

“Kami diminta tolong oleh pihak Untan untuk membantu para pedagang pindah karena akan ada perbaikan atau penataan ulang Taman Sepeda Untan dan Jalan M. Isa, sehingga pedagang dipindah ke jalan Daya Nasional,” kata Ahmad Sudiantoro.

Namun, melalui pantauan langsung SUARAKALBAR.CO.ID, para PKL tampak masih memenuhi jalanan tersebut.

Seorang PKL, Ana (nama samaran), mengungkapkan memang penjualan sempat terhenti pada hari Jum’at. Namun para pedagang memutuskan untuk kembali berjualan.

Ana mengakui, sejumlah pedagang akhirnya bersepakat untuk dapat kembali berjualan di area tersebut.

“Diizinkan lagi sih asalkan areanya bersih tapi kan selama ini memang kita bersihkan. Kalau selesai jualan gerobaknya di bongkar lagi,” ujar Ana.

Pada sekitar area penjualan, tampak turut dipasangi papan peringatan yang bertuliskan “ANDA MEMBUANG SAMPAH DI SEPANJANG JALAN INI DIKENAKAN DENDA RP 500.000,00”.

Ana yang bersama orang tuanya, telah menjadi PKL di sekitar area Untan tersebut sejak 3 tahun lalu. Dirinya cukup menyayangkan tindakan penggusuran yang dinilai menghilangkan mata pencaharian mereka.

“Kemarin ibu saya yang ikut turun demo itu. Akhirnya kita tetap jualan. Untungnya petugas dapat diajak bicara jadi disepakati tetap berjualan,” terang Ana.

Ana menjelaskan memang sempat diberitahukan terkait pemindahan lokasi penjualan, namun ia mengakui tak mengetahui pasti dimana letak yang dimaksud. Selain itu, Ana mengkhawatirkan pemindahan yang dilakukan akan berada pada kawasan yang sepi pengunjung.

Terkait demo, Ana terlihat tak lagi memusingkan hal tersebut. Namun jika terjadi kembali aksi penertiban, ia dan sejumlah PKL lain pun tak segan akan ambil aksi.

“Kalau digusur, kita demo lagi,” singkatnya.

Meskipun demikian, terdapat sejumlah area yang memang tampak tak dapat diisi oleh para PKL karena telah dipagari dengan papan pembangunan proyek yang menunjukan akan adanya pembangunan dengan bertuliskan “Penataan ruang dan penertiban kawasan Auditorium Untan Jalan Muh. Isja, Jalan Daya Nasional dan sekitarnya. Di dampingi oleh Tim Jaksa Pengacara Negara Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat,”.

Penulis: Ria

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan